Hafizah Cilik 30 Juz Asal Ternate Berdarah Minang

Metro-90 hit 20-11-2020 09:07
Aida didamping ibunya Leni Fitriani saat ikut MTQ Nasional ke-XXVIII di Sumbar, Kamis (19/11). (Dok : Istimewa)
Aida didamping ibunya Leni Fitriani saat ikut MTQ Nasional ke-XXVIII di Sumbar, Kamis (19/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Seorang peserta MTQN ke-XXVIII Sumbar mencuri perhatian beberapa peserta lainnya dan juga pengunjung di venue cabang Hifzhil Quran 20 Juz.

Ada seorang gadis cilik, bernama Aida Ainun Balqis (9) asal Ternate, Maluku Utara tampak girang ketika dirinya mendapatkan nomor urut 6 untuk peserta di cabang itu.

"Alhamdulillaah," ujar gadis cilik itu sumringah sambil berlari girang kepelukan ibunya sambil menunjukan jarinya dengan nomor 6, Kamis (19/11).

Baca Juga

Aida Ainun Balqis yang akrab dipanggil Aida ini, nyatanya juga 13 masuk dalam 13 besar program TV Hafiz Indonesia 2020 ini. Dia menjadi peserta satu-satunya yang masih dibawah 10 tahun.

Namun ia tampak santai saja menjelang penampilannya di final. berbeda dengan peserta lainnya yang rata-rata sudah dewasa. Aida yang bercita-cita ingin kuliah di Turki yang ingin jadi doter itu asyik saja sendiri bermain layaknya anak-anak seusianya sembari menunggu giliran tampil.

Aida senpat berpesan kepada para penghafal Quran agar tetap semangat dalam belajar Al Quran.

"Semangat pencinta Quran bukanlah hanya diatas panggung tapi disetiap desah nafas melantunkan ayat-ayat suci Al Quran. Muroja'ah sampai mati," ujar Aida lantang.

Leni Fitriani (46), ibu dari Aida ikut mendampingi putrinya itu, ikut MTQN kali mengaku memang mendidik Aida dengan kaidah-kaidai Islam.

"Rasa sayang pada anak bukan berarti harus selalu menuruti semua keinginan anak, melainkan orangtua harus bersikap tegas menyiapkan mental sang buah hati, meskipun ada pertentangan batin," kata Leni saat mendampingi Aida masuk final cabang Hifzhil Quran 20 Juz.

Menurut Leni, MTQ Nasional di Sumbar ini menurut ibunya Leni, merupakan MTQ Nasional yang pertama kali diikuti Aida.

Sebelumnya Aida hanya ikut lomba tingkat Kota Ternate dan Provinsi Maluku Utara. Bahkan ia tidak menyangka Aida akan ikut sebab jadwal seleksi MTQ Maluku Utara bentrokan dengan jadwal Hafiz Indonesia.

"Tapi ternyata sepulang dari Hafiz Indonesia, Aida dipanggil kembali hingga akhirnya bisa ikut sekarang ini," ungkap wanita berdarah Minang asal Bukittinggi ini.

Disinggung kiatnya membuat Aida bisa hafal 30 Juz, menurut Leni, tidak ada kiat khusus. Aida baru belajar membaca Al Quran setelah kelas satu SD. Dan baru mulai menghafal setelah bacaan Al Qurannya lancar. Diakui Leni, ia tegas dalam melatih hafalan Aida.

"Saya sendiri yang melatih hafalannya atau murojaah. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah murojaah 5 juz. Kadang saya suka ribut dengan ayahnya yang ingin agar Aida lebih banyak waktu untuk bermain, tapi setelah saya coba ikuti, ternyata hafalannya banyak yang hilang," ungkap Leni.

Sejak itu, lanjut dia, dirinya tidak pernah beri kelonggaran lagi. Walaupun dalam hati sebenarnya ada pertentangan batin, antara rasa sayang pada anak dengan keinginan menjadikan anak Hafidzah. "Tapi harus tega, demi kebaikan Aida," lanjutnya.

Terbukti setelah Aida menunjukkan prestasinya semua keluarga turut mendukung segala aktivitas Aida untuk menjadi seorang Hafidzah.

Usai perhelatan MTQ Nasional ini, Aida dan ibunya akan tetap berada di Sumbar selama seminggu. Selain melepas rindu pada kampung halaman, Aida juga ada jadwal syiar ke Taman Pendidikan Quran dan pondok pesantren yang ada di Sumbar.

Komentar