KPU Sumbar Ingin Minimalisir Kerumunan Pemilih di TPS

Metro-68 hit 20-11-2020 22:53

Penulis: Arzil

Solok, Arunala - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar melakukan supervisi dan monitoring simulasi pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) di lima lokasi berbeda di Sumbar.

Kegiatan itu dilakukan KPU seiring makin dekatnya hari pemungutan suara untuk Pilkada serentak 2020 di Sumbar.

"Ada lima tim yang diturunkan KPU Sumbar untuk supervisi dan monitoring ini. Tiap tim lokasinya berbeda-beda. Kalau saya lokasinya di Kota Solok," kata Anggota KPU Sumbar, Amnasmen kepada Arunala.com , Jumat malam (20/11).

Baca Juga

Bagi empat lokasi lainnya yang akan simulasi pungut hitung itu, terang Amnasmen, yakni di Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, lalu Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padangpariaman.

Selain itu juga dilakukan di Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, dan Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.

"Pada empat lokasi berbeda itu, supervisi dan monitoring pungut hitung suara itu dipimpin oleh masing-masing komisioner KPU Sumbar seperti Gebril Daulai di Pasaman, Izwaryani di Padangpariaman, lalu Nova Indra di Agam, dan terakhir ketua KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani di Kota Padang," sebut Amnasmen.

Dia menambahkan, KPU Sumbar lakukan supervisi dan monitoring pungut hitung suara ini karena ada beberapa teknis pungut hitung itu yang berubah dibanding pada pemilu atau pilkada sebelumnya.

Diantara yang beda itu, seperti penyesuaian waktu bagi warga untuk memilih.

"Pasalnya selain harus disesuaikan dengan protokol kesehatan (Prokes), KPU ingin memininalisir terjadinya penumpukan atau kerumunan pemilih di suatu TPS," kata Amnasmen lagi.

Pengaturan waktu memilih itu, menurut Amnasmen, penting disimulasikan di TPS. Sebab ada kemungkinan bisa saja pemilih enggan datang ke TPS jika lokasinya cukup banyak orangnya sehingga terjadi penumpukan.

"Ini jelas akan membuat tingkat partisipasi pemilih di pilkada serentak di Sumbar menurun. Itu jelas tidak kami inginkan," tukas Amnasmen lagi.

Atau sebaliknya, sambung dia, ada juga diantara pemilih itu yang justru datang lebih awal datang ke TPS karena merasa jenuh di rumah sehingga cepat-cepat datang ke TPS untuk memilih.

"Jadi sekali saya sampaikan supervisi dan monitoring pungut hitung perlu agar petugas di TPS bisa melakukan penyesuaian waktu pungut hitung tersebut sehingga proses itu berjalan lancar dan aman sesuai Prokes," tutup Amnasmen.

Komentar