Asben Hendri: Jaga Jarak Penting Dilakukan di TPS

Metro-74 hit 21-11-2020 13:54
Suasana simulasi pungut hitung surat suara yang dilakukan KPU Kota Solok, Sabtu (21/11). (Foto : Arzil)
Suasana simulasi pungut hitung surat suara yang dilakukan KPU Kota Solok, Sabtu (21/11). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Solok, Arunala - KPU Kota Solok menggelar simulasi pungut hitung suara Pilkada serentak 2020 di TPS 02 GOR Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sabtu (21/11).

Pjs Wali Kota Solok Asben Hendri yang hadir dalam simulasi pungut hitung itu menyebutkan apa yang dilakukan simulasi pungut hitung surat suara di hari itu agar sesuai apa yang dilakukan di saat hari pemilihan nanti.

"Soalnya yang namanya simulasi biasanya sudah disiapkan secara baik pelaksanaannya. Namun di lapangan nanti (hari H, red) terkadang bisa saja berubah dari yang sudah disimulasikan," kata Asben Hendri.

Baca Juga

Dia mencontohkan soal penerapan protokol kesehatan (Prokes). Bila dalam simulasi penerapan Prokes seperti cuci tangan dan ukur suhu tubuh bisa dilakukan, namun soal terjadinya kerumunan warga yang akan memilih perlu juga diantisipasi.

"Soal jaga jarak antarpemilih ini yang akan jadi problema nantinya. Untuk itu diminta PPK, PPS dan juga Bawaslu untuk mengawasi hal tersebut," tukas Asben Hendri.

Dirinya meminta dalam pelaksanaan pemilihan nanti, diharapkan sekali patuhi Prokes, dan jangan sekadar lipservice saja.

"Disini, KPU harus juga tegas dengan penerapan Prokes terlebih soal jaga jarak ini. Sebab kita tidak ingin muncul klaster TPS nantinya di Kota Solok," tandas Asben Hendri.

Dia Juga menekankan agar simulasi pungut hitung di kota Solok ini bisa terinformasi secara baik kepada masyarakat Ketua KPU Kota Solok Asraf Daniel Andika mengatakan simulasi pungut hitung berkaitan dengan Peraturan KPU (PKPU) No.5 Tahun 2020 tentang jadwal pelaksanaan pilkada serentak.

Sedangkan dalam PKPU No.13 Tahun 2020, dalam pelaksana pungut hitung itu, KPU RI menekankan prosesnya dilakukan sesuai protokol kesehatan (Prokes).

"Maka dari itu dengan simulasi itu kami ingin mengetahui sejauh mana Prokes itu mampu kami terapkan," ujar Asraf.

Selain itu, sebut dia, simulasi yang dilaksanakan hari ini, juga jadi bahan evaluasi bagi Kota Solok untuk dibenahi kalau memang ada kekurangan yang terjadi di saat simulasi itu.

Komisioner KPU Sumbar Amnasmen menyebutkan simulasi pungut hitung ini salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan KPU terhadap pilkada serentak di masa pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah sampai hari ini (Sabtu, red) seluruh proses tahapan pilkada serentak ini bisa berjalan lancar," kata Amnasmen.

Dia mengingatkan dalam proses pungut hitung suara di TPS untuk menerapkan standarisasi protokol kesehatan. Amnasmen menyarankan salah satu cara yang bisa dibuat KPU atau KPPS untuk mengurangi terjadi kerumunan orang di TPS yaitu dengan mencantumkan jam berapa pemilih itu hadir ke TPS.

Dia juga menekankan di dalam TPS juga di fasilitasi oleh petugas Linmas agar semua pemilih maupun saksi Paslon yang akan ke dalam TPS agar diperiksa suhu tubuhnya.

"Sebab yang dibolehkan masuk TPS suhu tubuhnya 37,3 derajat Celcius. Kemudian juga memastikan semua orang yang ada dalam TPS itu harus pakai masker," tukas Amnasmen.

Dia juga mengimbau pada pemilih agar tidak ragu datang ke TPS untuk memilih.

"Yang penting patuhi protokol kesehatan saat akan memilih," kata Amnasmen.

Hadir juga dalam simulasi di Kota Solok itu Komisioner KPU Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Solok Selatan, Sekretaris KPU Sumbar Firman, Kabag Umum KPU Sumbar Arlis, dan staf KPU Sumbar Lydia Maulina.

Komentar