Agam Optimistis Raih Terbaik Transparansi Dana Desa

Metro-83 hit 23-11-2020 12:04
Pjs Bupati Agam Beni Warlis paparkan transparnasi Dana Desa kepada TPKTDD Sumbar 2020, Senin (23/11). (Dok : Istimewa)
Pjs Bupati Agam Beni Warlis paparkan transparnasi Dana Desa kepada TPKTDD Sumbar 2020, Senin (23/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Bukitinggi, Arunala - Pjs Bupati Agam Beni Warlis menerangkan sejak lima tahun ini sudah tidak ada lagi soal problematika sosial ke masyakatan.

Penjelasan itu disampaikan Beni Warlis dihadapan Tim Penilai Kompetensi Transparansi Dana Desa (TPKTDD) Sumbar 2020 yang dikoordinir Kabid PMD Sumbar Azwar, di Kantor Perwakilan Agam, Belakang Balok Bukittinggi, Senin (23/11).

"Sesama rang Agam adalah keluarga, sesama muslim bersaudara, harus ditanamkan kebaikan kebaikan makanya bisa menjadi," ujar Beni Warlis.

Bahkan semangat itu, kata Beni Warlis jauh sebelum adanya SDGs, ibarat semboyan Agam telah berbuat sebelum yang lain memikirkannya.

"Agam itu daerah dengan geografis yang komplek ada laut, danau, sungai, gunung dan lembah. Semuanya potensi buat Agam. Walau begitu dalam pengelolaannya Agam tetap mengedepankan nilai-nilai Adat Basansi Syarak Syarak Basandi Kitabullah," ujar Beni.

Tantangan Agam, menurutnya, adalah rawan bencana alam dan konsumsi hasil pertanian tinggi tapi rimbo tidak ada lagi nan bisa taruko (lahan pertanian sempit).

Terkait soal partisipasi politik, lanjut dia, ternyata Agam bisa dikatakan lebih maju dan terbuka, misalnya untuk pemilihan wali nagari dengn menggukakan e-voting termasuk pengelolaan keuangan dengan aplikasi khusus.

"Nagari di Agam punya kader teknis nagari seperti kader mengelola keuangan nagari sehingga sinkron dengan aturan dan aplikasi, dan kader teknis ini mengisi berbagai bidang yang mendapat pembinaan dari OPD terkait," ujar Beni lagi.

Anggota TPKTDD Sumbar 2020 Heranof pada pertemuan itu lebih menekankan kepada penajaman tentang pemanfaatan aplikasi elektronik yang banyak di Agam.

"Saya ingin tahu saja apakah tidak ada kendala dalam penerapan elektronik tenknologi informasi yang banyak dipakai di Agam,"ujar Heranof yang mendengar adany e-voting, e-budjeting, e-planning dan e-conselling di Agam.

Anggota TPKTDD Sumbar 2020 lainnya, Adrian Tuswandi justru menilik soal pemahaman pimpinan daerah tentang transparansi dana desa di 83 nagari di Agam.

"Bagaimana penerapan e-aplikasi tadi ketika ada nagari yang masih blank spot area, terus seberapa juah pak bupati merasakan transparan dana desa di nagari?," ujar Adrian.

Menjawab itu, Konsultan Pendamping wilayah Sumbar, Feri Ganto mengatakan, dari 82 nagari yang ada di Agam, dua nagari diantaranya yang belum terjamah jaringan internet.

"Jaringan internet penting untuk transparansi jika ada nagari tak terjamah internet, meski ada sisitem aplikasi dan Agam lengkap tapi butuh upgrading internet supaya tidka kaku, sebab regulasi di tingkat pemerintahan di atas sering terjadi berubah-ubah," ujar Feri.

Sedangkan Anggota TPKTDD Sumbar 2020 yang lain yakni Rusdi Lubis juga menggali soal kiat Pemkab Agam menyikapi perubahan atas regulasi di atas.

"Atau bertahan di Pergub untuk mengakomodir perubahan regulasi, pasalnya sudah ada dampak 476 kegiatan ditetapkan, 209 bisa dilakukan selebihnya dialihkan karena dampak Covid-19,"ujar Rusdi Lubis.

Komentar