Libatkan Niniak Mamak Dalam Pengelolaan Dana Desa

Metro-66 hit 23-11-2020 19:26
Anggota TPKTDD Sumbar 2020 saat lakukan penilaian di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Senin (23/22). (Dok : Istimewa)
Anggota TPKTDD Sumbar 2020 saat lakukan penilaian di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Senin (23/22). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Agam, Arunala -- Pola kerja sama pemerintah nagari dan niniak mamak dalam menangani persoalan nagari, terjalin bagus di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Peran niniak mamak di nagari ini menjadi sentral di nagari tersebut, dan pemerintahan nagarinya ikut mensupport.

"Setidaknya ada sekitar 100 an orang niniak mamak di nagari ini selalu dilibatkan oleh pemerintahan nagari dalam berbagai kegiatan di nagari ini," ungkap Ketua KAN Pasie Laweh, Eri Dt Perpatih Nan Sabatang, saat membuka kegiatan penilaian kompetensi dan transparansi dana desa, di Aua Kantor Wali Nagari Pasie Laweh, Senin (23/11).

Baca Juga

Pemerintahan Nagari Pasie Laweh dengan para niniak mamak di sini, jelas Eri, saling terbuka dan transparan. Sehingganya, tiap ada kegiatan pemerintahan nagari, baik kerja maupun membagi bantuan, tidak pernah kisruh.

"Hal itu kami jalankan karena berbasiskan kaum dengan slogan ba iyo batido dengan pemerintahan nagari di sini," jelas Eri lagi.

Menyinggung penanganan Covid-19 di Nagari Pasie Laweh, Ketua KAN ini mengaku dikelola secara transparan, mulai penanganan hingga pembagian bantuan kepada masyarkat yang terdampak Covid-19.

Nagari Pasie Laweh ini ternyata di masa pandemi lebih dulu terbuka dibanding nagari lainnya yang ada di Sumbar saat ini. Buktinya, semua yang nama penerima bantuan terdampak Covid-19 dipajang secara terbuka di kantor wali nagari kami," tukasnya.

Bahkan dalam pemberian bantuan itu, ulas Eri, dimusyawarahkan dengan niniak mamak, karena para niniak mamak ini yang tahu anak kemenakannya yang berhak menerima bantuan itu.

Selain itu, sambung Eri, tiap kaum di nagari ini memiliki rumah isolasi sendiri untuk kaumnya. Ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di nagari ini.

Sedangkan pemerintahan nagari hanya memastikan dan mengawasi serta memberikan support terhadap masyarakat yang jalani isolasi.

Ketua Tim Penilai Komptensi dan Transparansi Dana Desa (TPKTDD) Sumbar 2020, diwakili Kabid PMD Sumbar Azwar mengatakan tak salah PMD Agam mengutus Pasie Laweh ikut penilaian transparansi dana desa tahun 2020.

"Banyak yang dilakukan di nagari ini termasuk mengelola nagari berbasiskan ninik mamak kaum," ujar Azwar.

Sementara Wakil Ketua Komisi Informasi Sumbar yang masuk TPKTDD Sumbar 2020, Adrian Tuswandi mengakui ada gairah keterbukaan informasi publik di Pasie Laweh ini.

"Ini saya perhatikan sejak baru sampai di Kantor wali nagari Pasie Laweh, terlihat terpajang penyaluran dana di nagari itu, kemudian juga dipajang program yang dibuat nagari. Ini menandakan keterbukaan informasi sudah dijalankan," kata Adrian Tuswandi.

Sedangkan Rusdi Lubis, Pamong Senior Sumbar yang memandu penilaian TPKTDD Sumbar 2020 mengatakan Nagari Pasie Laweh terlihat lebih detil memaparkan atau menginformasikan program kerja nagarinya kepada publik melalui informasi yang dipajang di kantor nagari setempat.

"Dari penyampaian Ketua KAN dan Sekretaris Nagari Pasie Laweh tidak ada keraguan saya tentang transparansi dana desa termasuk terbukanya nagari ini soal penanganan covid-19 di sini," ujarnya.

Dia juga mengatakan inovasi pembagian bantuan terdampak Covid-19 berbasiskan kaum.

"Kalau sudah di ninik mamak musyawarahnya, tentu tidak ada yang menyanggah. Ini bagian inovasi kultural yang dilakukan Nagari Pasie Laweh ini," kata Rusdi Lubis.

Komentar