Misran: Masyarakat Sumbar Diminta Waspada

Ekonomi-70 hit 09-03-2021 12:51
Kepala Kantor OJK Sumbar yang sekaligus Ketua SWI Sumbar, Misran Pasaribu. (Dok : Istimewa)
Kepala Kantor OJK Sumbar yang sekaligus Ketua SWI Sumbar, Misran Pasaribu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Setelah aplikasi Snack Video dan TikTok Cash, dihentikan operasionalnya di Indonesia, Satgas Waspada Investasi (SWI) kembali merilis daftar sejumlah investasi bodong OJK 2021.

Kepala Kantor OJK Sumbar yang sekaligus Ketua SWI Sumbar, Misran Pasaribu mengingatkan masyarakat Sumbar agar selalu mewaspadai penawaran dari berbagai pihak yang seakan-akan memberikan keuntungan besar dengan cara mudah tetapi berpotensi merugikan penggunanya.

"Berdasarkan laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat 91 daftar investasi bodong yang terbagi dalam tiga jenis investasi yaitu 51 fintech peer to peer (P2P) lending ilegal, 23 entitas ilegal dan 17 pelaku usaha gadai ilegal," ungkap Misran Pasaribu, di Padang, Selasa (9/3).

Baca Juga

Menurut Misran, untuk Sumbar sampai sejauh ini belum ada laporan pengaduan yang masuk ke OJK Sumbar. Meski demikian secara preventif, OJK Sumbar bersama dengan stakeholder lainnya yang tergabung dalam SWI Sumbar terus berupaya mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat.

"Bisa jadi sudah ada yang menjadi korban tapi malu melaporkan. Meskipun begitu, kami dari bersama SWI Sumbar akan terus sosialisasikan melalui berbagai media massa dan media luar ruang lainnya, agar semakin banyak masyarakat tahu sehingga harapannya semakin banyak yang diselamatkan," ungkap Misran.

Dia menambahkan, jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) melalui https://kontak157.ojk.go.id.

"Selain itu bisa juga melalui telepon (021)157, atau WhatsApp 081157157157, dan email konsumen@ojk.go.id," kata Misran. (*)

Komentar