.
"Sebaliknya, bila pupuk organik cair organik tidak bau busuk, maka pembuatannya dinilai berhasil," pungkas Walfajri.
Sedangkan dalam kegiatan yang kelompoknya lakukan didampingi dosen pembimbing lapangan yaitu Dr. Ir. Syafizal, MP dan Marissa Jemmy, SH. MH.
Adapun anggota kelompok yang membuat pupuk cair organik ini yakni, Fadil Sofwan, Revalina Fitri, Rafiva Zahara.
Kemudian Diva Yulanda Putri,, Suci Ramadani, Muhammad Fadhil, Yandi wiryo Masrial, Deva Fernando.
Selanjutnya, Ferdiansyah Muhammad Noor, Joni Sartika, Ari Fadilah Aljumar, Sesti Junitas.
Walfajri juga menerangkan, kegiatan mahasiswa Unitas itu dilaksanakan mulai 6 Agustus sampai 20 Agustus 2026.
Wali Jorong Sampan Tanah Nagari Baru Bajanjang, Edi Hendri, menyebut, sangat berterima kasih kepada mahasiswa Unitas ini.
"Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan pengetahuan bagi kelompok tani di jorong saya ini," ucapnya.
Dengan ilmu dari mahasiswa Unita ini, jelasnya, warga setempat dapat membuat pupuk organik cair sendiri dengan bahan dasar sampah organik sisa pertanian.
Dengan adanya pupuk cair organik ini, dapat memenuhi kebutuhan pupuk bagi masyarakat untuk pertanian mereka secara mandiri.
"Ini sekaligus menghilangkan ketergantungan masyarakat petani dari pupuk kimia yang dijual dipasaran," pungkasnya. (cpt)


Komentar