Dosen Poltekkes Padang Edukasi Remaja Lubeg Soal Pendidikan Seksualitas dari Aspek Islam

Edukasi- 29-08-2026 19:16
Ketua PKM Poltekkes Padang Dr. Dewi Susanti, S.ST, M. Keb bersama Sekretaris Camat Lubeg, Zulkarnaini saat lakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di aula pertemuan kantor Camat Lubeg, Sabtu sore (29/8/2026). IST
Ketua PKM Poltekkes Padang Dr. Dewi Susanti, S.ST, M. Keb bersama Sekretaris Camat Lubeg, Zulkarnaini saat lakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di aula pertemuan kantor Camat Lubeg, Sabtu sore (29/8/2026). IST

Padang, Arunala.com - Secara umum, orang tahu bagaimana pola pendidikan tentang seksual pada generasi muda, namun sedikit yang mengetahui bagaimana pendidikan ini dibahas dari aspek Islam.

Inilah yang dikemukakan Dr Dewi Susanti S,ST, M.Keb kepada sejumlah calon anggota GenRe Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg).

Kehadiran Dosen Poltekkes Padang ini dihadapan para calon GenRe Lubeg tersebut, bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Jurusan Kebidanan dari kampus tersebut, Sabtu sore (29/8/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin Dr Dewi Susanti S,ST, M.Kes ini didampingi oleh anggotanya Erwani, SKM, M. Kes, Elda Yusefni, S.ST, M. Keb, Muhammad Faisal, S.ST, M. Kes.

Acara ini diadakan aula pertemuan kantor Camat Lubeg, dan dihadir oleh Sekretaris Camat, Zulkarnaini serta Kabid KBKR DP3AP2KB Kota Padang, Pricilia Septiana, SKM.

Dosen Poltekkes Padang ini menjelaskan, bagi masyarakat Minang yang kental dengan adat istiadat dan keislamannya, pemberian pendidikan seks bagi generasi muda lebih muda diajarkan dengan melalui aspek adat dan adab.

"Kenapa dikatakan begitu? Karena dengan pola ini berlandaskan pada keimanan dan syariat Islam, mengajarkan pendidikan seksual (sex education) sehat, serta memberikan rambu-rambu agar terhindar dari pengaruh negatif," kata Dewi Susanti.

Pengaruh negatif disini yang dimaksudnya, yakni tidak terperangkap dalam hal pergaulan bebas yang berdampak pada aspek kehidupan generasi muda tersebut.

Apa yang dipaparkan Dewi Susanti ini, mengambil konsep Tarbiyah Jinsiyah (TJ) yang merupakan pendidikan seksualitas dan reproduksi berbasis nilai-nilai Islam yang diberikan kepada anak dan remaja sejak dini.

"Jadi dalam Tarbiyah Jinsiyah, pendidikan seksualitas itu dimulai dari dalam keluarga sendiri. Dimana orangtua mengajarkan anak-anaknya mengenai hal yang halal, haram, batasan aurat, serta etika pergaulan sesuai tuntunan syariat Islam," ucap Dewi Susanti.

Ia juga menyinggung soal etika pergaulan dalam mengajarkan pendidikan seksualitas pada anak-anaknya, dimana dalam etikanya ada Batasan yang harus dipatuhinext

Komentar