Digitalisasi Bank Nagari Berbuah Manis di Tengah Pandemi

379 hit
Digitalisasi Bank Nagari Berbuah Manis di Tengah Pandemi

Arzil

Wartawan Arunala.com

Di era percepatan digital berbagai sektor harus beradaptasi dengan cepat agar tidak tertinggal termasuk sektor keuangan dan perbankan. Bahkan, proyeksi McKinsey soal 'gelombang kedua' pengguna otomasi semakin mendesak ketika virus Covid-19 merebak di seluruh dunia termasuk Indonesia khususnya Sumatera Barat.

Pandemi ini membuat masyarakat harus banyak melakukan kegiatan secara digital, termasuk layanan perbankan. Kebutuhan layanan digital dan otomasi pun meningkat drastis, dan harus dijawab cepat oleh industri.

"Mesin dapat mengambil peran hingga 10-25 persen dari fungsi pekerjaan di bank, menaikkan kapasitasnya, dan memungkinkan pegawai bank harus focus pada proyek dan pekerjaan bernilai tinggi," tulis McKinsey.

Harus diakui pandemi ini mempercepat ke arah peradaban menuju revolusi industri 4.0. Di mana layanan konsumen, termasuk layanan perbankan, dilakukan secara digital. Hal ini bakal mengubah wajah perbankan secara drastis.

Tren digital banking memang tidak terelakkan lagi. Hanya tinggal menunggu waktu sampai kemudian masyarakat benar-benar bermigrasi penuh dengan layanan perbankan berbasis digital. Dan, kebutuhan nasabah pada layanan tanpa tatap muka akan makin digandrungi.

Dengan adanya digitalisasi perbankan memungkinkan layanana keuangan yang dipersonalisasi menyesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing nasabah.

Dengan perbankan digital, solusi keuangan yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Bahkan, produk yang ditawarkan pun adalah produk yang sesuai dengan kondisi keuangan nasabah.

Di Indonesia khususnya Sumatera Barat, kalangan bankir mafhum dengan arah perubahan tersebut dan telah fokus melakukan pengembangan transformasi digital perbankan.

Salah satunya, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau dikenal dengan sebutan Bank Nagari yang sejak tahun 2017 telah membangun digitalisasi dan otomasi, dengan membangun infrastruktur pendukung dan mencari talent terbaik untuk mempercepat proses digitalisasi dan otomasi di lingkungannya.

Pada perayaan HUT ke-57 pada 12 Maret 2019, Bank Nagari meluncurkan produk perbankan berbasis teknologi. Yakni N Money, Nagari Cash Management, Nagari Auto Debet, Nagari Portal Payment, SP2D Online, Mobile Banking, Kartu Tani. Bahkan, diversifikasi produk tabungan Sikoci yakni Sikoci Bisnis, Sikoci Pendidikan dan Sikoci Rencana.

Bank Nagari tidak puas begitu saja. Bank kebanggan Sumatera Barat ini terus memperkuat kemampuan dan keandalan daya dukung teknologi. Buktinya saat HUT ke-58 pada 12 Maret 2020, Bank Nagari kembali meluncurkan produk perbankan digital yakni Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS ini merupakan standar QR code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking.

Transformasi digital yang telah dibangun Bank Nagari tersebut kini berbuah manis sekaligus berkah di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, banyaknya batasan-batasan masyarakat dalam beraktivitas bahkan sampai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga masyarakat harus melek digital dalam transaksi keuangan.

Berdasar laporan keuangan Bank Nagari 2020 unaudited, digitalisasi Bank Nagari mampu meningkatkan dana pihak ketiga (DPK). Jika pada tahun 2019, posisi DPK Rp 19,478 triliun meningkat menjadi Rp 20,408 triliun pada tahun 2020. Atau tumbuh 4,77 persen.

Layanan digital Bank Nagari seperti Mobile Banking tumbuh 94,8 persen. Pada 2019 hanya 44.709 nasabah menjadi 87.091 nasabah di akhir 2020. Dengan nominal transaksi digital Rp 2,2 triliun dari sebelumnya 2019 Rp 1,2 triliun.

Jika digabungkan dengan semua layanan digital baik SMS banking, SMS notifikasi, NCM, Auto Debet, Nagari Portal Payment dan Mobile Banking, maka dari 2019 yang hanya 453.865 nasabah. Sekarang sudah mencapai 651.007 atau naik 197.142 atau 43,44 persen.

Bagaimana pula dengan frekuensi atau jumlah transaksi dari layanan SMS Banking, Nagari Cash Management (NCM) dan Mobil Banking? Tergambar juga mengalami peningkatan.

Jika 2019 6.723.853 transaksi. Pada akhir 2020 menjadi 13.833.681 transaksi atau naik 7.109.828 transaksi atau 105,74 persen. Khusus Mobile Banking, naik dari 2019 2.254.213 menjadi 9.882.889 transaksi pada Desember 2020. Naik 6.628.676 transaksi atau 203,7 persen.

Sementara untuk Nagari Cash Management (NCM) naik signifikan dari 3.391.499 transaksi pada 2019 menjadi 3.821.131 transaksi Desember 2020. Artinya, terjadi kenaikan 529.632 atau 16,09 persen dengan dana yang bergulir mencapai Rp 3,1 triliun. NCM tersebut didominasi oleh pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten atau kota. Dengan kegiatan yang terbatas, frekuensi dan nominal tetap naik.

Maksimalkan QRIS

Setahun lalu, pada Maret 2020 bank pelat merah ini juga sudah meluncurkan tiga produk yang dapat memudahkan nasabah dalam berbelanja maupun mengelola keuangan. Yakni QRIS dan Laku Pandai atau Lapau Nagari (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Inklusi Keuangan) pada 14 Maret dan Cash Recycle Machine (CRM) pada 23 Maret.

Meski sosialisasi ketiga produk tersebut terganggu akibat Covid-19, namun Bank Nagari mampu memaksimalkannya. Buktinya, QRIS Bank Nagari sebagai salah satu aplikasi pembayaran digital mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia Perwakilan Sumbar dan Bank Indonesia Perwakilan Riau.

Tidak itu saja, QRIS Bank Nagari terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Merchant atau tempat usaha yang bisa digunakan QRIS sudah mencapai 6.736 merchant dari 2.115 merchant pada Maret 2020. Outlet dari 2.142 menjadi 7.003 dan frekuensi transaksi dari 3.317 Maret 2020 sekarang sudah 109.524.

Nominal transaksi QRIS pun fantastis. Dari 93,7 juta pada Maret 2020 menjadi Rp 13,9 miliar pada Desember 2020. Untuk Laku Pandai atau Lapau Nagari akhir 2020, agen mencapai 327 di seluruh Sumbar, dari pembukaan awal 60 per Agustus 2020.

Tak hanya berhenti disitu saja. Bank Nagari pada perayaan HUT ke-59 juga meluncurkan beberapa produk unggulan. Seperti Sikoci Umroh, Sikoci Qurban, Tahari Junior, Asean Payment Network (APN).

Digitalisasi Pemda

Selain meningkatkan kualitas layanan, Bank Nagari juga membantu percepatan digitalisasi di kalangan pemerintah daerah. Seperti implementasi Smart Tax Solution atau Tapping Box yang diimplementasikan di Kota Padang, Kota Bukittinggi dan Kota Padangpanjang.

Kemudian e-retribusi yaitu sistem berbasis web yang disediakan Bank Nagari untuk membantu Pemda dalam pengelolaan retribusi digital untuk meningkatkan pendapatan daerah. Dengan harapan tercipta efektifitas, efisiensi dan akuntabilitas transaksi retribusi. Sistem tersebut juga menyediakan eksekutif report untuk pejabat Pemda.

Bank Nagari juga melakukan kerja sama dengan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Sumatera Barat, Jasa Raharja, Ditlantas Polda Sumbar untuk layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Dengan kantor payment point di 18 UPTD Samsat di Sumbar dan penyediaan mobil Samsat Keliling. Kemudian layanan Samsat Corner, Samsat Drive Thru, Samsat Gerai, Samsat Mal Pelayanan Publik serta Samsat Nagari.

Seiring kemajuan teknologi, digitalisasi perbankan pun rawan atas kejahatan siber (cyber crime). Mengantisipasi dampak demikian, Bank Nagari pun telah melakukan kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Ini merupakan tindaklanjut dari pelaksanaan Peraturan Presiden No 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Bahkan, tim IT Bank Nagari pun tengah membentuk tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT).

Tetap Tatap Muka

Meski sudah banyak beralih ke digital, Bank Nagari masih tetap mempertahankan sentuhan manusia. Pasalnya, teknologi tidak akan menggantikan semua karena hubungan manusia akan tetap akan ada. Apalagi, masih banyak pekerjaan yang nasabah ingin bertatap muka dengan pihak Bank Nagari.

Tentunya di tengah pandemi, Bank Nagari juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik untuk karyawan maupun nasabah melakukan transaksi keuangan. Yakni, ukur suhu tubuh, memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan, dan jaga jarak.

Untuk mengurangi penyebaran Covid-19, Bank Nagari melakukan penyemprotan disinfektan baik di seluruh ruangan kerja maupun ATM. Itu diberlakukan di seluruh Bank Nagari yang di Sumatera Barat, maupun seluruh cabang yang beroperasi di Pekanbaru, Jakarta dan Bandung.

Secara internal, Bank Nagari terus menekan penyebaran Covid-19. Di mana mengharuskan seluruh komisaris, direksi, pemimpin divisi, pemimpin cabang, karyawan, sekuriti hingga cleaning service menjalani tes swab. Jika dari hasil uji laboratorium terkonfirmasi positif Covid-19, harus menjalani rawat inap di rumah sakit rujukan Covid-19 atau isolasi mandiri di rumah.

Dengan transformasi digital yang dibangun Bank Nagari makin memanjakan nasabah. Dan, diharapkan dapat meningkatkan transaksi serta berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi Sumatera Barat ke arah positif. (*)

Komentar