Warga Tanahdatar Siap Dukung Nasrul Abit

Metro-72 hit 02-12-2020 09:02
Asrizal KH Sutan menyampaikan kekagumannya pada Nasrul Abit di Nagari Padang Ganting, Kecamatan Padang Ganting, Tanah Datar, Senin, (30/11). (Dok : Istimewa)
Asrizal KH Sutan menyampaikan kekagumannya pada Nasrul Abit di Nagari Padang Ganting, Kecamatan Padang Ganting, Tanah Datar, Senin, (30/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Walaupun sudah setahun berlalu, perjuangan Nasrul Abit menyisir daerah konflik di Wamena, Papua, masih melekat di hati masyarakat Sumbar, termasuk warga asal Kabupaten Tanahdatar.

Seorang warga kabupaten itu, Asrizal KH Sutan menilai Nasrul Abit sebagai pemimpin yang berani masuk daerah konflik. Karena keberanian itu, perantau Minang yang menjadi korban kerusuhan Wamena bisa pulang dengan selamat.

"Waktu Wamena bergejolak, beliau langsung masuk daerah itu. Sungguh pemberani. Beliau menyelamatkan orang Minang di Wamena," ujar tokoh masyarakat Padang Ganting, Kecamatan Padang Ganting, itu.

Ia menyampaikan pengakuan itu langsung kepada Nasrul Abit dan warga yang mengikuti safari politik calon gubernur nomor urut 2 itu yang hadir di Padang Ganting, Senin (30/11).

"Beliau satu-satunya pemimpin yang berani. Jadi, wakil saja beliau sudah seperti menjadi gurbernur. Beliau langsung mengambil peran saat masyarakat kita sedang kesusahan di rantau. Itu yang membuat kami menjatuhkan pilihan," tuturnya.

Asrizal mengungkapkan bahwa sejak pilkada 2020 bergulir, baru kali ini warga Padang Ganting didatangi langsung oleh calon Gubernur Sumbar.

"Kami sungguh bangga dan bahagia dikunjungi langsung oleh calon gubernur. Ini membuktikan beliau peduli kepada masyarakat bawah seperti kami yang tinggal di kampung," ucapnya.

M Nasir Datuak Sang Pahlawan, juga menyampaikan rasa salutnya kepada Nasrul Abit. Warga Nagari Tapi Selo, Kecamatan Lintau Utara, itu baru pertama bertemu Nasrul Abit dan langsung merasa klop.

"Beliau menyelamatkan orang Minangkabau di Wamena. Beliau satu-satunya pemimpin yang berani. Kami hanya menyaksikan di TV. Hari ini alhamdulillah bisa bertemu beliau," katanya.

Sementara itu, Nasrul Abit dengan rendah hati berterima kasih kepada masyarakat di sana karena telah menerima rombongannya untuk bersilaturahmi. Tentang perjuangan ke Wamena, ia mengatakan hal itu merupakan pengabdiannya sebagai pemimpin.

"Saya memang tidak bisa melihat masyarakat yang sedang kesusahan. Saya juga terbiasa masuk keluar kampung. Nggak apa-apa kalau saya dikatakan gubernur kampungan," ujarnya.

IC Berbalas Pantun di Pasbar

Terpisah, Calon Wakil Gubernur Sumbar, Indra Catri Datuak Malako Nan Putiah, dikenal mahir berpetatah-petitih adat Minangkabau, termasuk berpantun. Ketika melakukan safari politik ke Kecamatan Talu, Pasaman Barat, ia berpantun, kemudian dibalas oleh warga.

"Ka pasa kito ka pasa, ka pasa mambali lado, bakisa kito bakisa, tanggal 9 piliah nomor duo," kata Indra Catri berpantun.

Pantun tersebut langsung dibalas oleh Efriyeni, warga setempat, yang disambut tepuk tangan meriah warga Talu yang hadir di lokasi itu.

"Pai manembak ka Mudiak Tolu, dapek ikan si kulari, dek lah mamak datang kamari, tanggal 9 kami piliah Indra Catri," katanya membalas pantun Indra Catri.

Bagi Indra Catri, Pasaman dan Pasaman Barat tak asing lagi karena ia menghabiskan masa kecil hingga remajanya di daerah tersebut. Sebab itu, kepulangannya ke Pasaman dan Pasaman Barat selalu dinanti masyarakat kedua kabupaten itu.

"Di sini juga kampung halaman saya. Hari ini saya hanya babarito (mengabarkan) saya maju sebagai calon wakil gubernur," ucapnya.

Indra Catri memohon dukungan dan doa masyarakat agar jalannya dalam Pilkada Sumbar kali ini dimudahkan. Ia berjanji mewujudkan Sumbar Unggul melalui program prioritas yang sudah ia rancang bersama Nasrul Abit. (rel)

Komentar