Masa Tenang, Akun Medsos Juga Diawasi

Metro- 06-12-2020 22:08
Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen bersama Bawaslu dan Forkompinda Kota Payakumbuh ketika akan lakukan patroli pengawasan di kota itu, Minggu malam (6/12). (Foto : Arzil)
Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen bersama Bawaslu dan Forkompinda Kota Payakumbuh ketika akan lakukan patroli pengawasan di kota itu, Minggu malam (6/12). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Payakumbuh, Arunala - Mulai Minggu (6/12) hingga Selasa (8/12), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar melakukan kegiatan patroli pengawasan di masa tenang kampanye ini.

Selain mengawasi potensi pelanggaran yang dilakukan para calon, Bawaslu juga mengawasi konten kampanye di media sosial pada masa tenang pemilihan kepala daerah (pilkada) ini.

"Di masa tenang kampanye ini, Bawaslu lakukan patroli pengawasan yang dilakukan di kabupaten kota di Sumbar, dan seluruh jajaran Bawaslu hingga ke kecamatan melakukan hal yang sama," kata ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen kepada Arunala.com , di Kota Payakumbuh, Minggu malam (6/12).

Baca Juga

Selain mengawasi kegiatan yang berpotensi melanggar di masa tenang kampanye, Bawaslu juga lakukan pengawasan terhadap media sosial (medsos) dan media daring yang menjadi akun Paslon.

"Untuk kami sudah menyurati para Paslon yang isinya meminta akun-akun resmi Paslon di medsos untuk ditertibkan. Tidak ada lagi konten-konten yang berbau kampanye pada masa tenang ini di akun-akun resmi mereka," ujar Surya Efitrimen.

Dia menerangkan, para paslon cagub dan cawagub Sumbar yang ikut Pilgub ini memiliki beberapa akun resmi mereka.

Surya Efitrimen mengatakan meski berdasarkan aturan tak boleh lagi berkampanye selama masa tenang, namun kerap kali konten kampanye masih diunggah di media sosial.

"Ini problemnya ketika pada masa tenang," tutur dia.

Ditambahkan Surya, untuk pengawasan medsos dan media daring selama masa tenang kampanye, Bawaslu kerjasama dengan Kominfo, dimana sistem yang dimiliki Bawaslu akan memberitahukan ke flatform akun medsos dan media daring jika masih menayangkan konten-konten kampanye Paslon.

"Kalau konten kampanye Paslon yang masih ada di akun resmi milik paslon di masa tenang kampanye, maka akan jelas ada pelanggarannya. Dan sanksinya bisa pidana karena masih kampanye di masa tenang," kata Surya Efitrimen.

Komentar