AP II BIM Resmi Terapkan Pemeriksaan GeNose C-19

Metro-60 hit 03-05-2021 21:38
Calon penumpang akan lakukan pemeriksaan GeNose C-19 di areal khusus yang ada di BIM, Senin (3/5). (Dok : Istimewa)
Calon penumpang akan lakukan pemeriksaan GeNose C-19 di areal khusus yang ada di BIM, Senin (3/5). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Setelah sejumlah bandar udara (Bandara) dilingkungan PT Angkasa Pura II, kini giliran Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mulai menerapkan alat screening GeNose C-19, terhitung Senin (3/5) ini.

Penerapan GeNose C-19 di BIM ini merupakan salah satu alternatif persyaratan bagi calon penumpang di Bandara itu.

"BIM memberikan pelayanan tambahan terkait persyaratan penerbangan bagi calon penumpang yakni alat GeNose C-19," kata Plt Eksekutif General Manajer (EGM) PT AP II BIM Imamura Ginting di BIM, Padangpariaman, Senin itu.

Menurut dia, sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 26 tahun 2021. Penumpang pesawat dalam negeri pada masa pandemi Covid-19 wajib memenuhi persyaratan kesehatan yakni menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR atau hasil rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif tes GeNose C-19 di bandara.

"Adanya SE ini diharapkan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk menggunakan alat uji Covid-19 sebagai syarat perjalanan. GeNose C1-9 merupakan salah satu alternatif untuk tes Covid-19 bagi penumpang pesawat selain rapid test antigen dan PCR test," pungkas dia.

Dia menyebutkan, untuk pemeriksaan GeNose C-19 di BIM, pihak bandara membuat area khusus untuk calon penumpang melakukan tes skrining. Areakhusus ini bertujuan agar layanan ini berjalan tertib dan lancar untuk calon penumpang pesawat.

"Area khusus layanan GeNose C-19 ini, terdiri dari help desk pendaftaran, area tunggu, area bilik, pengambilan sampel nafas dan area menunggu hasil tes," tutur Imamura lagi.

Untuk pemeriksaan GeNose ini, sebut Imamura, ada persyaratan khusus bagi yang harus dijalani calon penumpang.

"Para calon penumpang diwajibkan puasa 30 menit sebelum dilakukan pemeriksaan GeNose itu," jelas Imamura Ginting.

Dirinya juga menerangkan untuk biaya GeNosa C-19 sendiri lebih murah, hanya dihargai dengan tarif Rp.40 ribu.

"Harga pemeriksaannya lebih murah ketimbang Rapid Antibody seharga Rp.145 ribu, dan rapid test antigen dengan yang bertarif Rp.200 ribu," katanya.

Disinggung apakah Kimia Farma memonopoli pemeriksaan Covid-19 di bandara, Imamura Ginting menegaskan, Kimia Farma tidak melakukan monopoli dalam hal pemeriksaan Covid-19 di BIM ini.

"Hubungan Kimia Farma dengan Angkasa Pura II sebagai bentuk sinergitas BUMN yang sesuai dengan arahan dari Kementrian BUMN. Kebetulan saja di Sumbar yang ada hanya Kimia Farma saja," tambahnya.

Dia melanjutkan, apabila dalam pemeriksaan GeNose C-19 nantinya didapatkan penumpang dengan hasil positif, maka akan diteruskan pemeriksaan melalui rapid antigen dan PCR.

"Jika calon penumpang ada yang positif, maka ia tidak diperbolehkan terbang. Untuk tiketnya sendiri, penumpang boleh refund atau reschedule penerbangan tanpa dikenakan biaya," jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Laboratorium Klinik Kimia Farma Cabang Padang, Sandra menyebutkan, pihak BIM, dan Otban Padang mendukung pihak Kimia Farma dalam menyediakan layanan GeNose C-19 di BIM.

"Layanan GeNose C-19 di BIM kami buka pukul 06.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB," kata Sandra.

Menurut dia, laboratorium Klinik Kimia Farma menyiapkan 300 kantong sampel pemeriksaan per harinya, tiga bilik, enam tenaga medis.

"Bila hasil pemeriksaan positif, calon penumpang langsung dilakukan pemeriksaan lanjutan yakni Swab," ungkap Sandra.

Komentar