Refocussing Anggaran masih Ada di 2021

Metro-137 hit 15-06-2021 19:09
Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat menyampaikan jawaban atas pandangan fraksi-fraksi di DPRD Pariaman dalam rapar paripurna Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Pariaman tahun anggaran 2020, Selasa (15/6). (Foto : Arzil)
Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat menyampaikan jawaban atas pandangan fraksi-fraksi di DPRD Pariaman dalam rapar paripurna Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Pariaman tahun anggaran 2020, Selasa (15/6). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Selasa siang (15/6), DPRD Kota Pariaman mengadakan rapat paripurna di ruang rapat utama gedung DPRD tersebut. Rapat yang diadakan hari itu beragenda mendengarkan jawaban Wali Kota Pariaman tentang Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Pariaman tahun anggaran 2020.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Pariaman, Genius Umar menjawab pertanyaan atas pandangan umum fraksi yang disampaikan dalam rapat paripurna yang diadakan sebelumnya.

Menjawab pertanyaan Fraksi Golkar yang sebelumnya disampaikan Life Iswar terkait sember pendapatan Kota Pariaman, Genius menyebutkan hal itu bersumber masih didominasi pendapatan transfer dari pemerintah pusat/daerah lainnya dan pengoptimalan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dapat disampaikan, sebut Genius Umar, pihak Pemko Pariaman sejatinya secara intensif telah melakukan upaya-upaya dalam rangka mencari sumber lain pendanaan pembangunan Kota Pariaman.

"Seperti yang diketahui bersama pada 2020 lalu telah dilaksanakan beberapa pekerjaan (proyek) yang sumber pendanaannya dari pusat, dan dana dari CSR sejumlah BUMN dan perusahaan lainnya, Sedangkan beberapa pekerjaan yang dilakukan selama 2020 itu antara lain pembangunan Pasar Rakyat Pariaman, lanjutan water front city, pembangunan Talao Pauh, dan lainnya," ungkap Geniun lagi.

Genius juga menjelaskan terkait orientasi belanja daerah untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas dibanding belanja untuk memenuhi kebutuhan birokrasi.

"Pada 2020 itu, pemko juga telah memenuhi indeks dimaksud dengan menetapkan anggaran pada bidang pendidikan 20 persen dan kesehatan lebih dari 10 persen, serta beberapa program kegiatan seperti bantuan BLT untuk masyarakat terdampai Covid-19 dari anggaran bersumber dari BTT," terangnya.

Selain itu, sambung Genius, pemko memperioritaskan beberapa program kegiatan di OPD untuk peningkatan perekonomianmasyarakat di kota ini dan juga untuk meningkatkan pendidikan di kota ini sejak 2018 lalu melalui program Saga Saja dengan memberikan bantuan beasiswa kepada masyarakat miskin untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara terhadap pandangan umum Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang disampaikan oleh Asman Tanjung, wali kota ini menjelaskan, untuk menghadapi lonjakan suspect Covid-19, Pemko Pariaman menyediakan obat-obatan, fasilitas kesehatan khusus dan hal pendukung lain terkait penanganan pasien Covid-19.

"Dalam hal ini Pemko Pariaman pada tahun 2021 sedang melakukan beberapa upaya seperti refocussing anggaran 2021 untuk penangan Covid-19 pada bidang kesehatan Rp32 miliar dan penanganan dampak ekonomi sebesar Rp29 miliar atau 8 persen dari anggaran APBD Kota Pariaman. Disamping itu, kami juga mengaktifkan Satgas Covid-19 dalam pencegahan penyebaran Covid-19 sehingga kota ini jadi daerah yang terbaik dalam penanganan Covid-19 di Sumbar, dalam beberapa bulan terakhir bahkan sampai saat ini," tuturnya.

Komentar