Sumbar Masih Jadi Jalur Perlintasan Narkoba

Metro-260 hit 28-06-2021 22:40
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin menyerahkan penghargaan kepada pihak yang berkontribusi menekan peredaran narkoba dilingkungannya, Senin (28/6). (Dok : Istimewa)
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin menyerahkan penghargaan kepada pihak yang berkontribusi menekan peredaran narkoba dilingkungannya, Senin (28/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar), Brigjen Pol Khasril Arifin mengungkapkan Sumbar masih jadi jalur perlintasan masuk narkoba hingga kini.

Barang haram yang beredar di Sumbar itu datang dari berbagai daerah tetangga seperti Pekanbaru, Medan, Aceh dan lainnya melalui wilayah Sumbar yang berbatasan langsung dengan daerah tetangga itu.

Hal itu disampaikan Khasril saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 di Padang, Senin (28/6).

"Adapun jenis narkoba yang masuk ke Sumbar itu mulai dari sabu-sabu, ganja, ekstasi dan jenis narkoba lainnya. Kebanyakan barang haram ini masuk ke Sumbar melalui jalur darat," kata Khasril.

Guna menekan peredaran narkoba di Sumbar, Khasril mengaku pihaknya secara kontiniu bekerjasama dengan berbagai pihak terkait dan pemerintan daerah di Sumbar selalu melakukan pengawasan dan penjagaan di daerah perbatasan secara ketat untuk mencegah masuknya barang haram tersebut ke Sumbar.

Dia melanjutkan, peredaran narkoba itu tidak hanya di pusat kota saja, namun peredarannya sudah masuk hingga ke desa-desa dan sasarannya generasi muda di desa.

Meski sudah merambah pelosok desa, Khasril menyatakan jumlah pelaku penyalahgunaan narkoba di Sumbar turun di banding beberapa tahun belakangkan.

"Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 66.612 orang di Sumbar yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Untuk tahun ini, turun sekitar 3 sampai 5 persen," ujar Khasril.

Adanya penurunan ini, lanjut dia, karena pihaknya rajin sosialisasi, terutama kepada para pecandu narkoba sehingga secara sadar mereka datang ke Kantor BNN untuk direhabilitasi.

"Kami juga membuat program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), untuk menekan peredaran narkoba ini di Sumbar. Selain itu kami juga secara masif melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada para generasi muda di provinsi ini," kata Khasril Arifin.

Komentar