Kepikiran dalam Tidur Gagal Membuat Olahan Roti

Metro-288 hit 22-09-2021 22:08
Cut Dona Kordelia. (Dok : Istimewa)
Cut Dona Kordelia. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com —Pandemi covid-19 bukan berarti menghentikan langkah. Namun, harus dijadikan tantangan untuk tetap melakukan kreasi. Begitulah yang dilakukan owner Patteserie Belanti, Cut Dona Kordelia.

Semasa pandemi covid-19, Cut Dona Kordelia lebih banyak beraktivitas di rumah. Sebagai dosen, aktivitas perkuliahan dilakukan secara daring di rumah. Dikarenakan mengajar 5x dalam seminggu, membuatnya memiliki banyak waktu luang.

"Niat awalnya membuat roti untuk mengisi waktu luang. Ini dikarenakan semua kerjaan dilakukan work from home (WFH). Jadi kadang bingung mau ngapain di rumah. Cari-cari kesibukan hingga akhirnya iseng membuat roti," kata Dona—panggilan akrab Cut Dona Kordelia ini, kepada Arunala.com , Rabu (22/9).

Baca Juga

Dona sendiri malah tertantang membuat olahan roti ini. Tidak langsung berhasil. Berkali-kali gagal. "Kadang rasa sudah enak, tapi teksturnya kurang lembut. Kadang malah sebaliknya. Belasan kali gagal sampai nggak mau mengerjakan lagi. Malah kepikiran saat tidur. Jadi besoknya, dicoba lagi," ucap istri Aim Zein ini.

Hingga, sebut Dona, dia menemukan formulasi resep sendiri. "Berawal iseng posting di sosial media berhasil membuat roti. Ternyata banyak permintaan dari teman-teman sendiri. Pas dikirim malah nagih. Malah mendorong untuk jualan roti," tuturnya.

Dona mengatakan banyaknya dukungan tersebut, dirinya berani membuka toko roti Patisserie Belanti meski di tengah pandemi covid-19. Tak hanya satu varian saja, hingga saat ini sudah 10 varian roti dan 8 varian rasa minuman tersedia.

"Setelah buka toko pada Februari lalu, saya pun mulai belajar dari salah satu expert di Belanda, Theo. Belajarnya pun secara daring selama enam bulan," ungkapnya seraya mengatakan usahanya berkembang pesat dengan 10 karyawan.

Kunci dari usaha ini, sebut Dona, promosi yang bagus dan produk berkualitas. "Termasuk juga servis dan kualitas produk diperkuat. Dikarenakan yang dijual roti premium. Otomatis, pelayanan juga harus premium," tegas Dona.

Meski usaha roti berkembang pesat, sebut Dona, aktivitasnya sebagai dosen tak ditinggalkannya. "Mengajar masih kok. 5 kali dalam seminggu. Semuanya masih online. Bahkan tahun depan, InshaAllah akan melanjutkan studi S-3 di Inggris," ungkapnya.

Ia mengatakan usaha rotinya akan tetap jalan nantinya jika tahun depan dia melanjutkan studi S-3. "The show must go on. Makanya dari sekarang saya memperkuat fondasi bisnis. Mumpung masih setahun lagi. Nah nantinya, supervisinya dilakukan dari jauh melalui video call," tukasnya. (*)

Komentar