Perkokoh Keimanan Remaja Batang Kabuang Gantiang, Ketua LKAAM Serahkan Sejumlah Kitab Al Quran

Edukasi- 11-03-2026 09:52
Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Nan Sati serahkan sejumlah Al Quran kepada para remaja dan peserta Pesantren Ramadan di Masjid Darul Ma'aruf Batang Kabuang Padang, Selasa malam (10/3/2026). (dok : arunala.com)
Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Nan Sati serahkan sejumlah Al Quran kepada para remaja dan peserta Pesantren Ramadan di Masjid Darul Ma'aruf Batang Kabuang Padang, Selasa malam (10/3/2026). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Nan Sati

membagikan Kitab Suci Al Quran untuk peserta Pesantren Ramadan yang ada di Masjid Raya Darul Ma'aruf dan juga remaja Kelurahan Batang Kabuang Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, yang hadir di masjid itu Selasa malam (10/3/2026).

Fauzi Bahar yang hadir bersama Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang Fautiaz Fauzi di masjid tersebut dalam rangka pelaksanaan Safari Ramadan.

Diketahui, tujuan Fauzi Bahar serahkan sejumlah Al Quran kepada peserta Pesantren Ramadan di tempat ini tidak lain ingin memperkokoh rasa keimanan para remaja tersebut melalui membaca Al Quran.

"Sebenarnya daerah Koto Tangah ini, juga banyak melahirkan tokoh-tokoh agama. Mereka tumbuh dan berkembang hingga saat ini karena dulunya rajin baca dan memahami isi Al Quran," kata Fauzi Bahar.

Makanya, terang mantan Wali Kota Padang dua periode ini, diri ingin mengembalikan lagi ulama-ulama muda dari Koto Tangah ini.

Selanjutnya, Fauzi Bahar berpesan kepada anak-anak dan remaja yang mendapat Al Quran darinya, agar menjadikan Al Quran ini sebagai pedoman hidup mereka.

Fauzi Bahar juga meminta para orangtua untuk menjaga generasi yang akan datang dari berbagai pengaruh negatif.

"Anak cucu kita adanya harta kita yang paling mahal, namun kenapa anak-anak kita saat ini dibiarkan diterkam yang namanya Serigala Narkoba, Serigala LGBT, Serigala pergaulan bebas, Serigala tawuran dan lainnya. Ini yang harus kita cegah bersama," ungkap Fauzi Bahar.

Untuk itu, sebutnya, perhatian dari orang tua jelas sangat diperlukan guna mengarahkan anak-anaknya tidak terlibat dari pengaruh-pengaruh negatif itu.

Dia juga melihat, saat ini banyak dari anak-anak dan generasi muda mulai enggan melakasanakan salat Subuh, Magrib dan Isya berjamaah di masjid.

Padahal terang Fauzi Bahar, cara ini bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai iman dan akhlak yang baik bagi generasi muda itu.

"Kalau orang tua jarang mengajak anak-anak salah Subuh, Magrib maupun Isya di masjid, maka memori diotaknya untuk masuk masjid tidak akan ada karena tidak dibiasakan oleh orang tuanya. Hal ini rentan bagi anak-anak itu dipengaruhi pengaruh negatif," tukas Fauzi Baharnext

Komentar