Gubernur: Alek Anak Nagari Perkuat Karakter dan Jaga Warisan Budaya Minangkabau

Wisata- 16-05-2026 18:44
Terlihat Gubernur Sumbar Mahyeldi main tangkelek bersama  Wawako Bukittinggi Ibnu Asis dan lainnya setelah membuka iven alek anak nagari di kota itu, Sabtu (16/5/2026). IST
Terlihat Gubernur Sumbar Mahyeldi main tangkelek bersama Wawako Bukittinggi Ibnu Asis dan lainnya setelah membuka iven alek anak nagari di kota itu, Sabtu (16/5/2026). IST

Bukittinggi, Arunala.com - Kota Bukittinggi mengadakan iven Alek Anak Nagari. Acara yang berlangsung di Lapangan Kantin Wirabraja, Kota Bukittinggi, itu dibuka oleh Gubernur Sumbar, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan permainan tradisional Minangkabau di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan

"Alek Anak Nagari bukan sekadar hiburan rakyat, tapi juga ruang memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai kebersamaan masyarakat Minangkabau yang harus terus diwariskan kepada generasi muda," ungkap Mahyeldi di acara itu.

Menurutnya, permainan tradisional memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak melalui nilai sportivitas, gotong royong, kreativitas, keberanian, dan kerja sama sosial.

"Dalam permainan tradisional, dibangun nilai kebersamaan, kejujuran, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal tumbuh melalui permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun," ujar Mahyeldi lagi.

Ia menyebut, dominasi penggunaan smartphone membuat berbagai permainan tradisional seperti galah panjang, congkak, lompat tali, sepak tekong, hingga mancik-mancik mulai jarang dimainkan anak-anak.

Padahal, permainan rakyat memiliki keterkaitan erat dengan filosofi hidup masyarakat Minangkabau yang menjadikan alam sebagai sumber pembelajaran, sebagaimana tercermin dalam pepatah "alam takambang jadi guru".

"Dulu anak-anak belajar dari alam dan lingkungan sekitar. Semua yang ada di alam seperti kayu, batu, rotan, hingga tali dapat menjadi media permainan sekaligus pembelajaran kehidupan," katanya.

Mahyeldi juga menyinggung momentum satu abad Jam Gadang sebagai simbol kebanggaan masyarakat Sumbar sekaligus saksi perjalanan sejarah daerah.

Ia berharap peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat identitas budaya serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

"Peringatan satu abad Jam Gadang harus menjadi momentum untuk memperkuat budaya daerah serta menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat," ungkapnyanext

Komentar