Pemprov Sumbar Diminta Perbaiki Kualitas SMK

Metro- 09-11-2021 13:57
Wako Pariaman, Genius Umar terima kunjungan Kepala Balitbang Sumbar, Reti Wafda beserta rombongan, Selasa (9/11). (Dok : Istimewa)
Wako Pariaman, Genius Umar terima kunjungan Kepala Balitbang Sumbar, Reti Wafda beserta rombongan, Selasa (9/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Walikota Pariaman, Genius Umar menerima kunjungan dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumbar, Reti Wafda beserta rombongan dalam rangka survei dan evaluasi pelaksanaan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Pariaman.

Genius Umar didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman, Kanderi dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Pariaman, Buyuang Lapau menyambut hangat kunjungan tersebut di ruang kerja walikota, Balaikota Pariaman, Selasa (9/11).

Terkait kunjungan Balitbang Sumbar tersebut, wako menyebutkan bahwa Kota Pariaman memiliki beberapa SMK seperti SMKN 1 Air Santok Pariaman (STM), SMKN 2 Pariaman (SMEA), SMKN 3 Pariaman (Pelayaran), dan SMKN 4 Pariaman di Desa Marabau.

Baca Juga

Melihat keberadaan SMK di Kota Pariaman tersebut, Genius berharap pihak provinsi harus memperbaiki kualitas sekolah yang sudah ada ini dan tingkatkan kualitasnya.

"Harusnya sekolah SMK itu misalkan saja yang jurusan mesin, harus tahu apa kebutuhan pasar industri, diikuti oleh guru mengajar dan diikuti oleh fasilitas sekolahnya yangup to datedan mengikuti perkembangan zaman ," ujarnya.

Genius mengatakan bahwa, SMK ituoutputnya harus sesuai dengan industri, harusnya cara belajarnya 30 persen di akademik (kelas/sekolah) dan 70 persen praktek (di lab/industri).

"SMK itu harus melakukan MoU dengan industri. Haruslink and matchdengan industri. Proses pembelajaran dan budaya kerjanya seperti halnya di industri itu sendiri ," sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, harus ada komite sekolah yang bukan dari kalangan dinas pendidikan saja, harusnya orang industri besar yang menjadi komitenya.

Pria alumi UGM Yogyakarta ini menyebutkan, anak-anak miskin di Kota Pariaman kami sekolahkan melalui program Satu Keluarga Satu Sarjan (Saja Saja). Sudah lebih dari 200 orang yang sudah disekolahkan oleh Pemko Pariaman melalui program ini.

Sementara itu, Kepala Balitbang Sumbar, Reti Wafda mengatakan ada 25% siswa Kota Pariaman yang bekerja di industri di Sumbar. Ini menandakan bahwa SMK itu menjadi sekolah yang cukup menjanjikan bagi siswa setelah lulus sekolah dan langsung terjun ke dunia kerja.

"Insyaallah kedepan melalui survei dan evaluasi ini, kami pihak Pemprov Sumbar akan mengevaluasi dan menyampaikan masukan dari walikota pariaman demi kemajuan pendidikan di Sekolah Kejuruan di Kota Pariaman ini," terangnya.

Reti menambahkan, Pemprov Sumbar juga memiliki Program 1000 pengusaha, dimana program ini sangat singkron dengan SMK. Diharapkan ini dapat menjadi peluang bagi seluruh alumni SMK yang siap terjun ke dunia industri sesuai dengan jurusan yang mereka kuasai.

Komentar