Cepat Pulih setelah Bersalin dengan Metode ERACS

Teknologi- 04-12-2021 21:30
Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM. (Foto : Fajril)
Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM. (Foto : Fajril)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Bagi sebagian ibu, persalinan dengan operasi caesar mungkin terdengar menakutkan. Kabar baiknya, kini ada metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) yang minim rasa sakit.

Bahkan, metode persalinan ERACS bisa membuat pemulihan ibu lebih cepat daripada operasi caesar biasanya.

Diketahui, selebritas, Nagita Slavina melahirkan anak kedua yang diberi nama Rayyanza Malik Ahmad. Persalinan Nagita dilakukan dengan metode ERACS.

Baca Juga

"Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) adalah protokol operasi caesar yang bertujuan untuk mempercepat mobilitas, dan proses penyembuhan (recovery) pasien. Dengan protokol ini memungkinkan pasien untuk melakukan pergerakan lebih cepat, yaitu sekitar 2 jam pasca-operasi caesar dengan nyeri yang minimal," kata Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM, kepada Arunala.com disela-sela Gebyar Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui di Auditorium UNP, Sabtu (4/12).

Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Dr M Djamil Padang ini mengatakan melahirkan dengan metode ini melibatkan kolaborasi para dokter kandungan sebagai operator, dokter anestesi, dan dokter anak.

ERACS bertujuan untuk merevisi dan memperbaiki protokol operasi caesar yang lama.

"Pada protokol ERACS ini tidak memerlukan puasa, hanya mengatur pola diet pasien. Tujuannya agar pasien tetap bugar sebelum, selama, dan sesudah operasi. Pasien juga diharapkan tidak mual dan muntah," tegas dokter spesialis kandungan dan kebidanan ini.

Metode ERACS dianggap lebih nyaman karena durasi larangannya yang lebih pendek sekaligus rasa nyeri yang lebih ringan. Rasa mualnya juga lebih minim karena manajemen nyeri yang lebih baik dengan memotong penggunaan opioid hingga 30-50 persen.

"Pasien juga tidak membutuhkan cairan infus sebanyak biasanya dan bisa lebih bebas bergerak. Tentunya ini memberikan waktu lebih banyak bagi para ibu untuk menghabiskan waktu dengan bayinya," sebutnya.

Namun, tidak semua ibu yang melahirkan caesar bisa menggunakan metode ERACS. Misalnya pada ibu dengan preeklampsia, atau eklampsia yakni dengan kondisi ibu kejang tidak memungkinan bius dengan spinal karena harus dengan bius umum.

"Lalu, orang dengan anemia berat, diabetes tidak terkontrol. Lalu, pada pasien dengan gangguan kecemasan yang tinggi kurang bisa menggunakan metode ini," ungkap bapak dua anak ini.

Apa perbedaan dasar metode ERACS dan operasi caesar? Dovy menjelaskan pasien bersalin lewat operasi caesar biasanya diharuskan tidak menggerakkan badannya sama sekali selama 12 jam.

Setelah itu, barulah diizinkan untuk secara perlahan memiringkan dan menggerakkan badan.

"Dibutuhkan waktu 24 jam pascaoperasi, sebelum pasien diizinkan untuk duduk, dengan alasan agar tidak memengaruhi bekas jahitan," tutur Dovy.

Komentar