Kelurahan Tanah Garam Dinilai Potensial jadi Kecamatan

Metro- 28-12-2021 17:38
Kota Solok Hadapi Pemilu 2024 Kelurahan Tanah Garam Dinilai Potensial jadi Kecamatan
Kota Solok Hadapi Pemilu 2024 Kelurahan Tanah Garam Dinilai Potensial jadi Kecamatan

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solok sangat berharap adanya pemekaran kecamatan di kota tersebut. Pasalnya, hal itu berhubungan erat dengan kuota kursi DPRD Kota Solok, sebab saat ini jumlah kursi di dewan setempat masih 20 kursi.

Harapan adanya usulan pemekaran kecamatan di Kota Solok itu diungkapkan Ketua KPU di kota itu, Asraf Danil Handika kepada Arunala.com di Padang, Selasa (28/12).

"Sebenarnya harapan akan adanya pemekaran wilayah itu sempat saya sampaikan saat ada rakor bersama pemko, stakeholder dan pengurus parpol yang ada di Kota Solok, sejak lima tahun lalu," kata Asraf Danil.

Baca Juga

Kemudian dari hasil rakor itu, lanjutnya, pemekaran wilayah yang diusulkan KPU Kota Solok itu ada di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, dan pengurus parpol yang ikut dalam rakor saat itu juga sangat mengharapkan adanya pemekaran kecamatan itu.

Dia menambahkan, usulan dipilihnya Kelurahan Tanah Garam untuk pemekaran wilayah karena ada beberapa pertimbangan, salah satunya karena luasnya kelurahan ini, misalnya di sebelah Timur kelurahan ini berbatasan langsung dengan Kota Padang.

"Bahkan saat ini di beberapa bagian dari kelurahan itu sudah dibuka masyarakat untuk lahan perkebunan dan juga kawasan hunian yang baru. Jadi menurut pendapat saya kelurahan itu potensial untuk dikembangkan menjadi kecamatan baru," tukasnya.

Dia menerangkan, dari data statistik BPS per Januari 2021 menunjukkan Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, luasnya 24,36 kilometer persegi, yang terdiri dari 6 RW dan 17 RT dengan jumlah penduduknya melebihi 14 ribu jiwa.

Saat ini, lanjut Asraf Danil, Kota Solok baru ada dua kecamatan yakni Kecamatan Lubuk Sikarah dan Kecamatan Tanjung Harapan. Dan dari jumlah penduduk Kota Solok yang diperkirakan mencapai 76 ribu jiwa saat ini, sekitar 2 persennya bermukim di Kelurahan Tanah Garam itu.

Tambahan Kursi DPRD

Asraf Danil melanjutkan, apabila pemekaran Kelurahan Tanah Garam dimekarkan menjadi kecamatan baru di Kota Solok, maka hal itu juga berpeluang akan bertambahnya jumlah penduduk di kota itu.

"Bila penduduk Kota Solok bertambah karena pemekaran wilayah itu, diprediksikan pertumbuhan penduduk di kota itu bisa saja melebih 100 ribu jiwa jelang pemilu 2024 nanti. Maka itu juga akan menambah jumlah kursi di DPRD Kota Solok," ujar Asraf Danil.

Dia menjelaskan, sesuai pasal 191 UU No 7 tahun 207, jumlah kursi DPRD kabupaten atau kota, ditetapkan paling sedikit 20 dan paling banyak 55 kursi. Jumlah kursi DPRD kabupaten atau kota, didasarkan pada jumlah penduduk.

Untuk daerah yang jumlah penduduk sampai 100.000 orang, memperoleh alokasi 20 kursi. Jumlah penduduk 100.000-200.000 orang mendapat 25 kursi dan jumlah penduduk 200.000-300.000 orang mendapat 30 kursi.

"Saat ini, jumlah kursi di DPRD Kota Solok sebanyak 20 kursi. Jadi besar harapan saya, Pemko Solok mau lakukan pemekaran di Kelurahan Tanah Garam menjadi kecamatan baru di daerahnya," kata Arsaf Danil.

Komentar