Mahyeldi Instruksikan Pemda Harus Ikut Kelola Sampah

Metro- 18-01-2022 18:29
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat berikan sambutan dalam kegiatan FGD yang diadakan Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, di Padang, Selasa (18/1). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat berikan sambutan dalam kegiatan FGD yang diadakan Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, di Padang, Selasa (18/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Universitas Bung Hatta bersama Circular Connect Foundation, dan Pemprov Sumbar menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini merupakan langkah tindaklanjut dari upaya bersama pengelolaan sampah di lingkungan di Sumbar.

Selain FGD, juga dilakukan penandatanganan MoU tentang kerjasama Percepatan Investasi Pemanfaatan Sampah dengan kampus tersebut, , Selasa (18/1).

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Balairung Caraka Kampus Proklamator I dan secara daring melalui platform Zoom dan YouTube Universitas Bung Hatta TV.

Baca Juga

Dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, FGD ini juga diikuti oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta, H. Masri Hasyar, S.H., Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA, Ketua Circular Connect, Suhendi, para dekan di lingkungan Universitas Bung Hatta, dan stakeholder dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Dalam sambutannya Buya Mahyeldi menyampaikan tentang pengelolaan sampah di Sumbar merupakan PR bersama, bukan hanya masyarakat saja namun pemerintah pun harus andil dalam hal tersebut.

"Kalau mindset kita tentang sampah masih seperti yang lama, maka permasalahan sampah sampai saat ini tidak akan selesai. Oleh karena itu kita harus merubah pola pikir kita," ungkapnya.

Buya Mahyeldi berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini, akan lahir kebijakan yang menyangkut tentang optimalisasi penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Padang dan di Sumatra Barat umumnya.

"Saya dan kita semua yang hadir di sini sudah pasti berharap kegiatan ini akan mampu menghasilkan kebijakan-kebijakan yang berkualitas dalam penganganan permasalahan sampah. Sehingga pengelolaan sampah ke depannya bisa dilaksanakan dengan efektif, bahkan bukan tidak mungkin melahirkan peluang-peluang ekonomi yang baru," tambahnya.

Mendukung hal ini, Dubes RI untuk Nowergia, Todung Mulya Lubis, memaparkan pemanfaatan sampah ini harus dilakukan secara holistik. Pendekatan holistis ini melibatkan semua pemangku kepentingan, stakeholder, pemerintah, dan dunia usaha.

"Saya betul-betul berharap semua pemangku kepentingan akan mendukung dan bersama-sama bergandengan tangan menyukseskan proyek ini. Semoga Provinsi Sumbar menjadi role model untuk provinsi-provinsi lainnya," harapnya.

Dalam FGD tersebut dibahas juga tentang persoalan investasi pemanfaatan sampah untuk diolah dengan prosedur yang baik. Kemudian, optimalisasi pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui program digital platform untuk memilih sampah rumah tangga, pasar, perkantoran, dan industri. Di samping itu, dibahas seputar pemilahan sampah berdasarkan warna kantong plastik serta transportasi.(*)

Komentar