Alirman Sori Minta Mabes Polri Porses Terbuka Data NII

Metro- 25-04-2022 13:20
Anggota DPD RI, Alirman Sori saat serahkan bantuan kepada salah seorang pengurus masjid yang ada di Pessel, saat lakukan Safari Ramadan, Minggu malam (24/4). (Dok : Istimewa)
Anggota DPD RI, Alirman Sori saat serahkan bantuan kepada salah seorang pengurus masjid yang ada di Pessel, saat lakukan Safari Ramadan, Minggu malam (24/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Painan, Arunala - Anggota DPD RI asal Sumatera Barat (Sumbar), Alirman Sori menyatakan dirinya menyangkal data yang di-publish Mabes Polri tentang adanya 1.125 orang anggota teroris dari jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di Sumbar.

Hal itu disampaikan Alirman Sori kepada Arunala.com , setelah lakukan kegiatan Safari Ramadan dalam rangka masa reses dapil di Pessel, Minggu malam (24/4).

Terhadap data yang dimiliki Mabes Polri itu, menurut Alirman, mesti dibuktikan secara terbuka, untuk memastikan validasi data tersebut.

Baca Juga

"Siapa dan dari mana asal anggota teroris NII yang dimaksud dan terduga yang sudah ditangkap harus diproses secara terbuka, sehingga publik tidak bertanya tanya siapa dari mana asal mereka anggota NII yang ada di Sumbar," kata Alirman Sori.

Alirman Sori menilai, sebanyak 1.125 orang anggota NII itu merupakan jumlah cukup fantatis.

Dan kabarnya, lanjut dia, mereka itu berencana akan menggulingkan pemerintah dengan bersenjata golok adalah suatu keniscayaan yang sulit diterima nalar.

Namun demikian, ungkap Alirman Sori lagi, informasi yang sudah telanjur di-publish bahwa NII di Sumbar berjumlah 1.125 adalah hal yang harus menjadi perhatian bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menangkal segala kemungkinan yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas di daerah.

"Makanya saya mau mengingatkan masyarakat dan pemda setempat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dengan munculnya berbagai gerakan, ancaman keamanan dan ketertiban yang berpotensi memecah kerukunan hidup bermasyarakat," ucap Alirman Sori.

Selain menginformasikan keberadaan NII di Sumbar, Senator asal Sumbar ini juga menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, sebab hal itu sebagai bentuk tanggungjawab konstitusional.

Cara Alirman Sori menampung aspirasi itu dengan langsung melakukan tatap muka dengan masyarakat, dan selanjutnya aspirasi rakyat di daerah itu untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Keluhan atau aspirasi yang saya dapati dari masyarakat itu seperti kenapa terjadinya kelangkaan dan mahal minyak goreng (migor) di pasar dan outlet. Mahalnya harga kebutuhan pokok hingga menyangkut hal lainnya," kata Alirman Sori.

Komentar