BEM Sumbar Audensi dengan Gubernur Mahyeldi

Metro- 29-06-2022 13:16
Gubernur Mahyeldi ketika menerima kedatangan mahasiswa dari BEM Sumbar di kediamannya, Rabu (29/6). (Dok : Istimewa)
Gubernur Mahyeldi ketika menerima kedatangan mahasiswa dari BEM Sumbar di kediamannya, Rabu (29/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Barat (BEM SB) beraudensi dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi, di ruang rapat Istana Gubernur, Rabu (29/6).

Tujuan kedatangan BEM Sumbar ini untuk membahas permasalahan yang terjadi di Sumbar di bidang ekonomi, pertanian, tenaga kerja, teknologi informasi, dan kesehatan.

Mahyeldi menyampaikan terima kasih atas saran dari para mahasiswa dan memohon maaf tidak bisa hadir di semua acara maupun aksi yang diselenggarakan oleh mahasiswa.

Baca Juga

Ia juga mengatakan beberapa permintaan yang diajukan kepada Pemprov Sumbar dapat disampaikan kepada ke atas agar dapat terpenuhi.

"Terima kasih atas kritikan dan saran yang diberikan kepada kami, kedepannya akan kami evaluasi untuk kemajuan Sumbar," ujarnya. Terkait bidang pertanian, Mahyeldi mengatakan bahwa pupuk subsidi dan non subsidi di Indonesia tidak mencukupi.

"Saya sudah mempersiapkan langsung dengan menteri pertanian, dan gubernur se Indonesia, kami agar subsidi pupuk dicabut karena memang pengadaannya tidak sesuai dengan kebutuhan di daerah. Pupuk itu tidak mencukupi karena nilai subsidinya besar," ujarnya.

Mahyeldi mengatakan solusi dari permasalahan pupuk tersebut dapat beralih dengan menggunakan pupuk substitusi.

"Guna men-subsitusi kekurangan pupuk kami melatih masyarakat di sekitar pasar, dengan mengolah sampah pupuk organik, dan melakukan budidaya magot," kata dia.

Selanjutnya, ia menyampaikan terkait nasib honorer guru dan tenaga kesehatan, ia secara tegas tidak setuju terhadap penghapusan tenaga honorer, karena hal tersebut tidak akan langsung diambil alih pemerintahan.

"Dalam pertemuan gubernur se-Indonesia, kebijakan tersebut dapat ditinjau kembali oleh Presiden dan Menteri Menpan RB," ujar Mahyeldi.

Komentar