Pengembalian Kuisioner KIP di Sumbar Naik jadi 78,6 Persen

Metro- 06-08-2022 16:18
Ketua Pokja Monev KIP 2022 KI Sumbar, Arif Yumardi bersama tim saat memeriksa berkas isian laporan KIP badan publik di kantor KI Sumbar, Sabtu (6/8). (Dok : Istimewa)
Ketua Pokja Monev KIP 2022 KI Sumbar, Arif Yumardi bersama tim saat memeriksa berkas isian laporan KIP badan publik di kantor KI Sumbar, Sabtu (6/8). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Hingga Jumat (5/8) malam pukul 24.00 WIB, Komisi Informasi (KI) Sumbar mencatat ada 308 badan publik di Sumbar yang sudah mengirimkan isian kuisioner monitoring dan evaluasi (monev) terhadap keterbukaan informasi publik (KIP).

"Jumlah badan publik yang mengembalikan isian kuisioner yang sebelumnya kami berikan kepada ratusan badan publik untuk monev KIP 2022, alami peningkatan dari tahun sebelumnya," kata ketua Pokja Monev KIP 2022 KI Sumbar, Arif Yumardi kepada media, di Padang, Sabtu (6/8).

Secara persentasenya, terang Arif, jumlah isian kuisioner yang dikembalikan badan publik ke KI Sumbar tahun kemarin sebesar 66,8 persen. Sedangkan di 2022 ini, jumlah badan publik yang mengembalikan isian kuisioner itu sebesar 78,6 persen.

Baca Juga

"Artinya, secara kuantitas naik sebesar 11,8 persen. Untuk OPD dilingkup Pemprov Sumbar, jumlah kuisioner yang kembalikan kepada kami di KI Sumbar juga naik, tahun sebelumnya cuma 48 persen, kini meningkat hampir dua kali lipat yang 91 persen," tukas Arif Yumardi lagi.

Dia menerangkan, makin banyaknya badan publik mengembalikan isian kuisioner monev kali ini, menggambarkan kepatuhan badan publik di Sumbar terhadap KIP makin membaik.

Mendapati kenyataan positif itu, Arif Yumardi sampai terimakasihnya kepada semua pihak yang ikut mendorong keikutsertaan badan publik pada monitoring evaluasi 2022 ini.

"Semua itu, tidak terlepas juga peran dari kawan kawan-jurnalis yang tergabung dalam Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Sumbar yang memasifkan proses monev ini," papar Arif.

Dia melanjutkan, KI Sumbar nantinya akan memverifikasi isian kuesioner yang telah dikirim oleh masing-masing badan publik itu.

"Saat memverifikasi nanti, kami akan melakukan penilaian secara objektif, sehingga hasilnya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan," kata Arif Yumardi.

Komentar