Kota Bukittinggi Alami Inflasi Tertinggi Nasional

Ekonomi- 03-10-2022 21:59
Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) memberikan andil dominan terhadap inflasi Sumbar selama September 2022. (Dok - Istimewa)
Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) memberikan andil dominan terhadap inflasi Sumbar selama September 2022. (Dok - Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat Kota Bukittinggi menduduki kota dengan tingkat inflasi tertinggi nasional per September 2022.

Kota Bukittinggi mengalami inflasi 1,87 persen. Sementara Kota Padang menduduki peringkat ke-20 dengan inflasi 1,34 persen.

"Kota Bukittinggi menempati urutan pertama dari 88 kota yang mengalami inflasi di seluruh Indonesia," ungkap Kepala BPS Provinsi Sumbar Herum Fajarwati, dalam Berita Resmi Statistik, Senin (3/10).

Baca Juga

Ia mengatakan secara agregat, Sumatera Barat (gabungan dua kota) mengalami inflasi 1,39 persen. Atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,64 pada Agustus 2022 menjadi 114,21 pada bulan September 2022.

Adanya kenaikan IHK itu, sebut Herum, terlihat pada enam kelompok pengeluaran. Yakni kelompok transportasi 7,61 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,25 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,66 persen.

"Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,21 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen, dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05 persen," paparnya.

Ia menyebutkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil dominan terhadap inflasi Sumbar selama September 2022 adalah bensin, beras, angkutan dalam kota, angkutan antar kota, ketupat/lontong sayur.

"Tarif kendaraan roda 2 online, tarif kendaraan travel, solar, tarif kendaraan roda empat online, daging ayam ras, dan beberapa komoditas lainnya," ujarnya.

Untuk bensin memberikan andil sebesar 0,91 persen dengan inflasi mencapai 24,35 persen. Lalu diikuti oleh beras dengan andil 0,22 persen dan inflasi mencapai 5,35 persen.

"Sementara untuk komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil dominan terhadap deflasi Sumbar September 2022. Antara lain angkutan udara, cabai merah, bawang merah, jengkol, emas perhiasan, minyak goreng, bioskop, udang basah, tomat, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan beberapa komoditas lainnya," tuturnya.

Komentar