RSUP M Djamil Bakal Buka Pusat Krisis Terpadu

Metro- 21-10-2022 18:45
Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS bersama Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Tarakan drg Alifianti MARS. (Dok : Istimewa)
Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS bersama Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Tarakan drg Alifianti MARS. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak belakangan ini semakin marak terjadi.

Dalam banyak kasus, kekerasan itu bermula dari rumah tangga hingga di tengah-tengah masyarakat.

Sayangnya, hingga saat ini, penanganan korban kekerasan belum tertangani secara maksimal.

Baca Juga

Mendasari hal itu, manajemen RSUP M Djamil Padang melakukan studi banding ke RSUPN dr Cipto Mangunkusumo dan RSUD Tarakan, Jakarta.

Studi banding ini sekaitan rencana RSUP M Djamil Padang membuka Pusat Krisis Terpadu (PKT).

Di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, rombongan diterima oleh Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian Dr dr Ria Trimartani SpTHT KL (K).

Sementara di RSUD Tarakan, rombongan diterima Wakil Direktur Umum dan Keuangan drg Alifianti MARS.

"Dipilihnya RSUPN dr Cipto Mangunkusumo dan RSUD Tarakan tujuan kami studi banding dikarenakan rumah sakit ini sudah memiliki Pusat Krisis Terpadu. Sehingga kami mendapatkan ilmu sekaligus menjalin kerja sama untuk pembukaan Pusat Krisis Terpadu di RSUP M Djamil," kata Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS, kepada Arunala.com , Jumat (21/10).

Turut serta dalam studi banding ini yakni Koordinator Pendidikan dan Penelitian Ns Hendria Putra MKep SpKMB, dokter spesialis forensik Dr dr Rika F Susanti SpFM (K), dr Citra Manela SpFM.

Kemudian Koordinator Organisasi dan Umum Ns Devi Verini SKep MKes, Sub Koordinator Pelayanan Medik Ns Anna Faluzi SKep MARS, psikolog klinis Reni Iskandar MPsi Psikolog dan Koordinator Pelayanan Penunjang Ns Zarni Zamzahar SKep MARS.

Dovy menjelaskan PKT ini merupakan pusat pelayanan bagi kekerasan pada anak dan perempuan yang memberikan pelayanan komprehensif dan holistik. Meliputi penanganan medis dan medikolegal, psikososial, sosial, dan hukum.

"Dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi korban kekerasan terhadap anak dan perempuan peran tenaga kesehatan sangatlah besar. Di PKT itu nantinya mengupayakan pertolongan bagi para korban kekerasan baik anak maupun perempuan," tegas Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar ini.

Saat studi banding ke RSUD Tarakan, sebut Dovy, pelayanan kekerasan terpadu di rumah sakit ini terbaik di Jakarta. Di PPT Bunga Tanjung RSUD Tarakan memiliki keunikan dan keterbaruan.

Dimana, pendekatan dengan memberikan rasa nyaman dan aman, pelayanan komprehensif dan one stop service, komitmen antar SKPD dan instansi serta tidak dipungut biaya.

"Seluruh korban kekerasan ditangani secara paripurna di RSUD ini dan tanpa dirujuk. Instansi terkait kepolisian dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) hadir secara bersama-sama guna pendampingan serta proses hukum," tutur Dovy.

Korban yang datang ke rumah sakit ini, tutur Dovy, ditangani sesuai kebutuhan mereka dan dirawat di ruang-ruang khusus.

"Ada ruangan pemeriksaan khusus medikolegal, ruang konseling psikologi, konseling anak, bahkan ruang pemeriksaan kekerasan seksual," ungkap bapak dua anak ini.

Ia berharap setelah studi banding ini, RSUP M Djamil segera membuka Pusat Krisis Terpadu.

"Kami sudah menyiapkan ruangan PKT tersebut di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dan sudah menyiapkan tim khusus bertugas dan memberikan pelayanan di PKT ini. Termasuk juga sarana dan prasarana penunjangnya," ungkapnya.

Dovy mengatakan tentunya tak hanya rumah sakit saja, dalam pengimplemetasian PKT ini juga butuh kerja sama serta kolaborasi baik kepolisian, P2TP2A serta pihak lainnya.

"Dengan kehadiran PKT di RSUP M Djamil dapat mengurangi beban yang dialami perempuan dan anak. Selain itu, ini upaya kami mengampanyekan untuk mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan maupun anak-anak terus digencarkan di seluruh lapisan masyarakat," harap Dovy.

Komentar