BI Dukung Program Kampus Merdeka

Edukasi-205 hit 25-08-2020 13:06
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim. (Dok : Dokumentasi)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim. (Dok : Dokumentasi)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala - Bank Indonesia (BI) mendukung kebijakan Merdeka Belajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Bentuk dukungan tersebut adalah dengan memberikan kesempatan mahasiswa Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia mengikuti program integrasi yang telah dirancang yang meliputi aktivitas pembelajaran, proyek penelitian, dan pengalaman bekerja khususnya di area kebanksentralan di BI.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam peluncuran program Kampus Merdeka di Bank Indonesia bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta, Senin (24/8).

Baca Juga

"Program Kampus Merdeka merupakan wujud kontribusi BI menciptakan SDM unggul di era digital," kata Perry Warjiyo.

Dia mengatakan ada tiga hal penting yang melandasi BI berpartisipasi dalam program Kampus Merdeka, pertama, kontribusi BI untuk turut merealisasikan visi pemerintah yaitu membangun SDM Unggul dalam mencapai Indonesia Maju. Kedua, BI memiliki ilmu yang mendukung program Kampus Merdeka khususnya kebanksentralan dan digital ekonomi yang dapat mendukung implementasi SDM Unggul dari sisi konsep, praktek, pengalaman dan karakter sejalan dengan visi BI.

Hal ketiga, pentingnya kolaborasi utk menciptakan SDM Unggul yang meliputi pihak Akademisi, Bisnis dan Government (ABG).

Mendikbud Nadiem Makarim memberikan apresiasi kepada BI atas dukungan terhadap program Kampus Merdeka.

"Saya menyambut baik dan mengapresiasi Gubernur BI dan seluruh jajaran, terutama Bank Indonesia Institute atas peluncuran program Kampus Merdeka di BI, yang pada tahap awal ini bekerja sama dengan 7 Perguruan Tinggi," tutur Mendikbud.

Nadiem mengatakan, kompetensi mahasiswa tidak bisa hanya disiapkan di kampus. Mahasiswa harus mengalami sendiri dunia kerja yang sesungguhnya sehingga lebih siap untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.

"Kegiatan selama 6 bulan di perusahaan sebagai trainee atau intern tentu memberikan pengalaman kerja yang amat berharga bagi mahasiswa. Pengalaman yang mereka peroleh selama 6 bulan akan membentuk hard skills dan soft skills yang menjadi bagian dari kompetensinya setelah lulus," jelasnya.

Program Kampus Merdeka di BI, terang Nadiem mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) secara holistik dari sisi pengetahuan (knowledge), keahlian (skill), dan sikap (attitude).

"Sebagai pilot project program, Bank Indonesia bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan 7 (tujuh) perguruan tinggi di Indonesia mengimlementasikan inovasi pembelajaran," tukasnya Nadiem lagi.

Ketujuh perguruan tinggi tersebut yaitu, Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Bina Nusantara (Binus).

Nadiem menambahkan, program Kampus Merdeka di Bank Indonesia dirancang bagi mahasiswa dari berbagai jurusan untuk belajar di Bank Indonesia maksimal selama dua semester atau setara dengan 40 Satuan Kredit Semester (SKS) dan akan dimulai pada semester gasal 2020.

"Sebagai tahap awal, program Kampus Merdeka di Bank Indonesia akan diikuti oleh 37 (tigapuluhtujuh) mahasiswa dari ketujuh perguruan tinggi diatas," jelas Nadiem

Ke depan, lanjut dia, seiring tahap pengembangannya, program ini akan semakin diperkuat dan diperluas secara berkesinambungan dengan mengikutsertakan perguruan tinggi lainnya.

"Adapun kebijakan Kampus Merdeka dituangkan melalui Peraturan Mendikbud No.3/2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) tanggal 24 Januari 2020 lalu," tutup Nadiem Makarim. (rel)

Komentar