Pengurus Parpol Kecewa pada KPU Sumbar

Metro-165 hit 24-09-2020 15:01
Sekretaris DPW NasDem Sumbar Musmaizer terpaksa menunggu di luar ruangan acara karena KPU Sumbar membatasi jumlah undangan yang masuk tempat acara, Kamis (24/9). (Foto : Amz)
Sekretaris DPW NasDem Sumbar Musmaizer terpaksa menunggu di luar ruangan acara karena KPU Sumbar membatasi jumlah undangan yang masuk tempat acara, Kamis (24/9). (Foto : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Pelaksanaan rapat pleno terbuka pengundian nomor urut calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang diadakan KPU Sumbar sedikit mendapat keluhan dari pengurus partai politik pengusung calon.

Soalnya mereka tidak diperkenankan ikut masuk ruang acara karena KPU Sumbar lakukan pembatasan undangan. Hal ini berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan di saat rapat pleno tersebut.

Setidaknya keluhan itu disampaikan Sekretaris DPW Partai NasDem Sumbar, Musmaizer Datuak Gamuak.

Baca Juga

"Saya rasa KPU Sumbar terkesan kaku dalam proses pengundian nomor urut calon ini, masa yang bisa hadir dalam ruangan itu hanya Paslon dan satu orang petugas penghubung (LO) paslon," kata Musmaizer Datuak Gamuak kepada Arunala.com di lokasi acara pengundian nomor urut calon di Grand Inna Padang, Kamis (24/9).

Pasalnya informasi awal yang didapat parpol dari pihak KPU Sumbar, pelaksanaan tahapan pengundian nomor urut bisa dihadiri sebagai delapan orang di luar dari anggota KPU dan Bawaslu.

Dia menerangkan, awalnya dari hasil rapat koordinasi KPU dengan parpol pengusung calon, yang bisa masuk kedalam ruangan acara sebanyak delapan orang.

Kemudian beberapa hari berikutnya, lanjut Musmeizer berubah lagi hanya enam orang yang bisa masuk.

"Namun pada Kamis pagi kami dapat surat dari KPU Sumbar hanya Paslon dan seorang LO saja yang bisa masuk. Ini jelas membuat kami dari parpol pengusung kecewa," kata dia lagi.

Dia menegaskan, adanya paslon yang ikut Pilgub Sumbar itu karena adanya parpol yang mengusung.

"Tapi kini kami justru merasa diabaikan, dengan dalil pemberlakuan protokol kesehatan," tukas dia lagi.

Jika pembatasan peserta yang ikut karena protokol kesehatan, menurut Musmaizer itu cukup berlebihan.

Soalnya ruangan ball room di hotel tempat penyelenggara acara yang digunakan KPU itu cukup lapang.

"Jika menyangkut jaga jarak, saya rasa untuk delapan orang ditambah anggota KPU dan Bawaslu, masih cukup lapang," tukas Musmaizer.

Sementara itu, salah seorang panitia penyelenggara dari KPU Sumbar, Andi menyebutkan untuk pelaksanaan pengundian nomor urut calon memang ada pembatasan dari jumlah orang yang bisa masuk ruangan acara.

"Kecuali yang sudah ditetapkan dalam surat KPU Sumbar No.427/PL.02.3-Undl13/Prov/IXI2020 tertanggal 24 September 2020," sebut Andi.

Dia sedikit menjelaskan dalam surat itu memang ada pembatasan undangan yang akan menghadiri rapat pleno terbuka pengundian nomor urut calon itu.

"Tidak hanya parpol, beberapa teman-teman media juga dibatasi jumlahnya yang bisa masuk ruangan acara," kata Andi.

Komentar