Indonesia Mulai Waspadai Badai La-Nina

Metro-180 hit 03-10-2020 19:04
Sedang Berkembang di Samudera Pasifik Indonesia Mulai Waspadai Badai La-Nina
Sedang Berkembang di Samudera Pasifik Indonesia Mulai Waspadai Badai La-Nina

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala -- Pantuan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pada Oktober ini beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan. Ini sejalan adanya anomali iklim La Nina sedang berkembang di kawasan Pasifik.

"Berdasarkan Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati angka -0.5C, yang menjadi ambang batas kategori La Nina," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dalam rilisnya, Sabtu (3/10),

Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut, jelasnya, masing-masing adalah -0.6C pada bulan Agustus, dan -0.9C pada bulan September 2020.

Baca Juga

Bahkan, lanjut Herizal, BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), JMA (Jepang) memperkirakan La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir tahun 2020, diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021.

Catatan historis menunjukkan, La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40% di atas normalnya.

Namun demikian dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. Pada Oktober-November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera.

Selanjutnya pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Dia melanjutkan, pada Oktober ini beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan, di antaranya: Pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa tengah.

Kemudian, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat.

"Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor," terang Herizal

Dirinya meminta para pemangku kepentingan diharapkan dapat lebih optimal lakukan pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir misalnya dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih.

"Masyarakat juga diimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial infoBMKG, atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat," kata Herizal.

Komentar