BNNP Sumbar Musnahkan 53,1 Kilogram Ganja Kering

Metro-171 hit 12-11-2020 22:16
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin bersama pihak terkait lakukan pemusnahan barang bukti ganja hasil tangkapan BNNP Sumbar, di Padang, Kamis, (12/11). (Foto : Heru)
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin bersama pihak terkait lakukan pemusnahan barang bukti ganja hasil tangkapan BNNP Sumbar, di Padang, Kamis, (12/11). (Foto : Heru)

Penulis: Can

Padang, Arunala -- Sebanyak 53,1 kilogram ganja yang disita Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar dari tangan dua tersangka berinisial "JL" (28) dan "EAK" (30) dimusnahkan.

Barang bukti puluhan kilogram ganja yang disita BNNP Sumbar itu merupakan hasil penangkapan dari kasus di Kabupaten Sijunjung dan Agam. Sementara barang haram itu dikendalikan oleh tersangka inisial "IS" sekaligus terpidana dalam kasus yang sama.

Dalam pemusnahan barang bukti dengan dibakar itu dilakukan di halaman BNNP Sumbar dan ketiga tersangka juga dihadirkan petugas saat itu.

Baca Juga

"Kegiatan BNNP hari ini (Kamis, red) adalah pemusnahan barang bukti ganja kering 53,1 kilogram, merupakan hasil tangkapan atau sitaan pada bulan Agustus 2020 lalu di dua lokasi berbeda yakni Bukittinggi dan Kiliran Jao," ungkap Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin, Kamis, (12/11).

Dijelaskannya, barang tersebut dibawa oleh tersangka dari Bukittinggi ke Kiliran Jao dan setengah barang bukti berhasil disita dikawasan Kiliran Jao tersebut. Kemudian kembali dikembangkan dan kembali berhasil disita setengah dari barang bukti lainnya.

"Dengan dua tersangka yang kita tangkap. Sedangkan satu tersangka lainnya merupakan warga binaan sebagai pengendali peredaran ganja tersebut," terangnya lagi.

Berdasarkan hasil penelusuran, barang bukti tersebut berasal dari Medan dan Aceh, semuanya akan dijelaskan oleh hasil pengembangan.

"Tidak tutup kemungkinan di Sumbar juga ada ladang ganja. Jadi semua kami minta masyarakat untuk bisa berpartisipasi termasuk media yang mempublikasikan terkait hal ini," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, kedua tersangka "JL" dan "EAK" merupakan kurir yang ditangkap di Sijunjung pada 5 Agustus 2020. Pelaku "JL" ditangkap di jalan saat sedang membawa 22 paket ganja kering yang diikat di bangku belakang sepeda motornya.

Usai menangkap kedua pelaku, petugas kemudian melakukan pengembangan. Berdasarkan hasil pengakuan keduanya, lokasi penyimpanan ganja diketahui berada di Canduang, Kabupaten Agam dan disana kembali disita 36 paket ganja kering.

Kemudian dari hasil penangkapan tersangka di Sijunjung, pihaknya menyita ganja kering seberat 19,2 kilogram. Sedangkan dari sebuah gudang penyimpanan di Agam, pihaknya menyita sebanyak 33,9 kilogram ganja dengan total keseluruhan mencapai 53,1 kilogram. (can)

Komentar