.
"Memang memiliki spesifikasi keilmuan bidang pengadaan barang dan jasa baik dosennya maupun mahasiswa atau lulusannya nanti. Sekali lagi saya mengapresiasi kehadiran Politeknik Pengadaan Nasional ini," ungkapnya.
Pembina Yayasan Pendidikan Komala Sari Piliang Buyung Kurniawan SPdI MPd menjelaskan Politeknik Pengadaan Nasional ini sebelumnya lembaga sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah di bawah naungan LKPP.
Dikarenakan LKPP belum bisa membentuk Politeknik, mereka memberikan harapan dan peluang kepada yayasan ini untuk membangun Politeknik Pengadaan.
"Kami satu-satunya di Indonesia perguruan tinggi Politeknik Pengadaan Nasional. Memiliki program studi Manajemen Kontrak Pemerintah (D-IV), program studi Bisnis Digital dan program studi Hukum Paralegal," paparnya.
Ia bersyukur pencapaian dalam satu tahun, izin pendirian perguruan tinggi terbit dan sudah melengkapi seluruh berkas yang diminta. "Alhamdulillah, hari ini kami menerima Surat Keputusan Izin dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI," ucap Buyung Kurniawan.
Direktur Politeknik Pengadaan Nasional Dr Komala Sari MSi MH menjelaskan pada program studi Manajemen Kontrak Pemerintah (D-IV), mahasiswa dibekali full ilmu pengadaan barang dan jasa. Rinciannya 60 persen teori dan 40 persen praktik. "Nantinya akan berlangsung di instansi pemerintah di antaranya LPSE yang mengurus tender dan organisasi perangkat daerah," ungkapnya.
Ia mengatakan berhubung program studi baru, staf pengajar berasal dari praktisi LKPP. Dan secara basic keilmuan dosen di antaranya ilmu pemerintahan, manajemen, teknik dan hukum.
"Intinya kolaborasi keilmuan," ucap Komala Sari.
Kedua program studi Bisnis Digital. Prodi ini siap melahirkan lulusan yang mampu membuka lapangan pekerjaan.
"Sekaligus menyiapkan lulusan sebagai penyedia rekanan dan memahami kontrak pengadaan barang dan jasa," tuturnya.
"Ketiga program studi Hukum Paralegal. Prodi ini masih D-III dan komposisinya 60 persen teori dan 40 persen praktik. Nantinya mahasiswa dibekali praktik beracara di pengadilan," ucap Mala--akrab dipanggil.


Komentar