Gempa Dangkal Guncang Mentawai, Gerataranya Dirasakan hingga Kota Padang

Metro- 04-04-2026 20:08
Posisi gempabumi yang terjadi di perairan antara Mentawai dan Padang yang dirilis BMKG, Sabtu malam (4/4/2026). IST
Posisi gempabumi yang terjadi di perairan antara Mentawai dan Padang yang dirilis BMKG, Sabtu malam (4/4/2026). IST

Padang, Arunala.com - Gempabumi tektonik bermagnitudo M5,7 mengguncang wilayah Timur Laut Kepulauan Mentawai, Sumbar, pada Sabtu (4/4) pukul 18.21.12 WIB.

Informasi ini disampaikan Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangan tertulisnya beberapa saat setelah kejadian gempa

"Hasil analisis terbaru BMKG, episenter gempa pada koordinat 2,12 LS dan 99,97 BT, sekitar 43 kilometer arah Tenggara Tua Pejat, Mentawai kedalamannya 40 kilometer," ujarnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki pola pergerakan naik (thrust fault)," jelas Rahmat.

Dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain:

* Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, dan Kota Pariaman dengan skala intensitas III--IV MMI (dirasakan banyak orang di dalam rumah).

* Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan skala intensitas II--III MMI (getaran terasa nyata di dalam rumah).

* Bukittinggi, Padangpanjang, Payakumbuh, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, dan Solok Selatan dengan skala II MMI.

Dia menambahkan, BMKG menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan, gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 18.43 WIB, hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," paparnya.

Rahmat sampaikan, informasi resmi soal gempa hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, seperti website www.bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, serta aplikasi resmi BMKG," imbuhnya. (dpg)

Komentar