Fisip Unand Dirikan Tim Tanggap Darurat Covid-19

Edukasi-342 hit 04-04-2020 11:20
Mahasiswa Fisip Unand ikut dilibatkan dalam tim tanggap darurat Covid-19 saat bagikan makanan pada mahasiswa. (Foto : Istimewa)
Mahasiswa Fisip Unand ikut dilibatkan dalam tim tanggap darurat Covid-19 saat bagikan makanan pada mahasiswa. (Foto : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Terus berkembangnya kasus virus Corona (Covid-19) di Sumbar mengundang keprihatinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unand dengan mendirikan Tim Tanggap Darurat Covid-19.

"Ada empat Divisi yang kami buat pada tim tanggal darurat ini. Masing-masing Divisi miliki tugas dan tanggung jawabnya sendiri-sendiri," kata Koordinator tim Tanggap Darurat Covid-19 Fisip Unand, Aidinil Zetra saat dihubungi Arunala.com , Jumat (3/4).

Aidinil menyatakan tim tanggap darurat yang dididirikan Fisip Unand ini pada Senin (23/3) lalu dan hingga kini terus bergerak.

Baca Juga

Menurut dirinya, pembentukan tim ini adalah wujud dari kepedulian warga Fisip Unand membantu pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi dampak sosial, budaya dan ekonomi wabah virus Corona serta kebijakan yang menyertainya.

Tujuan dari tim adalah untuk ikut serta mengantisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19 dengan berperan aktif dalam melakukan edukasi dan kampanye kepada masyarakat luas tentang bahaya Covid-19 dan cara-cara menghindari penyebarannya.

"Selain itu Tim ini juga bertujuan membantu pemerintah daerah dalam menganalisis dan merekomendasikan berbagai kebijakan yang lebih operasional dalam meningkatkan kesiapan dan kemampuan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons terhadap Covid-19," jelas Aidinil.

Empat Divisi itu yakni Divisi Edukasi dan Kampanye dipimpin Ketua Jurusan Ilmu Komunkasi, Emeraldy Chatra.

Divisi ini telah menghasilkan dengan karya-karya kreatif dan membuminya berupa video-video kampanye berdurasi singkat berbasis kearifan lokal Minangkabau.

"Video-video yang dihasilkan telah mampu menjangkau jutaan orang dan telah banyak merubah sikap dan perilaku orang dalam berinteraksi dan menjaga diri. Banyak orang rantau mengaku setelah menonton video itu mereka membatalkan untuk pulang kampung," terang Aidinil.

Kedua, Divisi Analisis dan Rekomendasi Kebijakan yang diketuai Rozidateno dosen Kebijakan Publik dari Administrasi Publik. Tugas Divisi ini mengidentifikasi mempelajari berbagai kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah di berbagai Negara dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan menanggulangi dampak negatifnya.

Divisi ini juga mengkaji hampir semua kebijakan yang telah diterbitkan oleh pemerintah baik Pusat maupun Provinsi, Kabupaten Kota di Indonesia bahkan sampai tingkat paling bawah.

"Selain itu tim ini terus memantau komitmen, kejujuran dan transparansi kebijakan yang diambil," imbuh Wakil Dekan I Fisip Unand itu.

Ketiga, Divisi Analisis Dampak Sosial, yang diketuai Yevita Nurti, Ketua Jurusan Antropologi, melakukan analisis dan pemetaan berbagai dampak sosial, budaya dan ekonomi dari pandemi Covid-19 serta merumuskan langkah-langkah strategis penanggulangannya.

Divisi ini telah menggelar FGD secara online dengan mengundang para akademisi, tokoh media massa, para pelaku usaha, untuk mengidentifikasi berbagai dampak Covid 19 ini.

"Salah satu hasil FGD adalah merekomendasikan agar pemerintah dan tokoh masyakat seperti Ketua RT dan Kepala Jorong, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, bundo kanduang dan pemuda harus memberikan perhatian uatam pada dampak dari pandemic Covid-19 ini yaitu menimbulkan kerentanan sosial," paparnya.

Sedangkan Divisi empat adalah Divisi Keselamatan Warga Fisip yang diketuai Kandidat Doktor Yunarti, dosen Antropologi. Tim ini telah menunjukkan dedikasinya yang tinggi menjangkau orang-orang terdampak langsung dari kebijakan tetap di rumah seperti mahasiswa, kelompok masyarakat yang bekerja di sektor informal serta mereka yang berpendapatan rendah.

"Tim ini bertugas melakukan penggalangan dana dan memberikan bantu bahan makanan serta makanan siap saji, yang diantar langsung ke rumah-rumah, kos-kosan serta asrama mahasiswa," ulas Aidinil.

Menurut dia, sesuai dengan semangat Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, maka pelibatan mahasiswa Fisip Unand dalam kegiatan tanggap darurat Covid-19.

"Kami juga sedang diusulkan kepada Rektor untuk dapat dinilai sebagai kegiatan pengganti KKN. Dan dosen yang terlibat dapat berfungsi sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)," pungkas Aidinil Zetra.

Komentar