.
Ia berharap dengan adanya Politeknik Pengadaan Nasional bisa membantu pemerintah maupun swasta dalam mengelola barang dan jasa dengan baik. Karena keilmuannya khusus terkait pengadaan barang dan jasa.
"Dengan memiliki spesifikasi keilmuan bidang pengadaan barang dan jasa baik dosennya maupun mahasiswa atau lulusannya nanti, tentu membantu daerah," harapnya.
Direktur Politeknik Pengadaan Nasional, Komala Sari mengatakan Politeknik Pengadaan Nasional merupakan kampus vokasi pertama di Indonesia. Lulusan Politeknik ini nantinya akan menjadi ahli dalam pengadaan barang dan jasa dan diharapkan siap pakai untuk bekerja baik di pemerintahan, instansi maupun swasta.
"Politeknik Pengadaan Nasional ini memiliki tiga prodi, yakni Manajemen Kontrak Pemerintah, Kedua Bisnis Digital dan Ketiga Paralegal," sebut Koemala.
Manajemen Kontrak Pemerintah ini, sebut Komala, full pengadaan barang dan jasa. "Lulusan prodi ini mampu mengelola kontak pengadaan dan menguasai proses pengadaan barang dan jasa dengan baik," jelasnya.
Sedangkan untuk prodi Bisnis Digital dan Paralegal, Komala Sari menyebutkan keduanya tetap lulusan pengadaan barang jasa terbaik, namun hanya 30 persen. Tidak semaksimal Manajemen Kontrak Pemerintah.
"Satu prodi kita buat dua kelas, satu kelas kita buat 35 mahasiswa dan total 70 mahasiswa untuk satu prodi. Prodi Manajemen Kontrak Pemerintah merupakan program unggulan di Politeknik Pengadaan Nasional," tambah Komala.
Komala juga memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa kurang mampu dan berprestasi. Pihaknya akan memberikan diskon 30 persen kepada mahasiswa kurang mampu tersebut.
"Selain mahasiswa kurang mampu dan mahasiswa berprestasi, kita juga beri kemudahan bagi TNI Polri. Mereka kita beri diskon 30 persen dan bagi yang tidak mampu serta berprestasi kita kuliahkan sampai tamat," pungkasnya.(*)


Komentar