Jumlah Rumah Rusak Pascagempa Garut Capai Ratusan Unit

Nasional- 28-04-2024 21:44
Kondisi bangunan publik yang alami kerusakan pascagempa magnitido 6,2 mengguncang Kabupaten Garut, Sabtu malam kemarin. (Dok : PB BPBD Kabupaten Tasikmalaya)
Kondisi bangunan publik yang alami kerusakan pascagempa magnitido 6,2 mengguncang Kabupaten Garut, Sabtu malam kemarin. (Dok : PB BPBD Kabupaten Tasikmalaya)

Jakarta, Arunala.com - Kerusakan bangunan akibat gempa bumi berkekuatan magnitido 6,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Garut, bertambah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran pers menyebutkan, berdasarkan laporan Pusdalops BNPB tercatat, hingga Minggu (28/4) pukul 14.00 WIB, total rumah yang terdampak mencapai 110 unit, sebelumnya hanya 27 unit.

Berdasarkan tingkat kerusakannya tiga unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan 34 unit rumah rusak ringan, 11 unit rumah terdampak, dan 41 unit rumah rusak.

"Dari jumlah tersebut, kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Garut sebanyak 41 unit rumah, Kabupaten Bandung 24 unit rumah, Kabupaten Sukabumi 17 unit rumah, Kabupaten Tasikmalaya 7 unit rumah, dan Kita Tasikmalaya 5 unit rumah," jelas Abdul Muhari.

Sementara itu, tambah Abdul Muhari korban terdampak dari gempa juga mengalami penambahan.

Hingga Minggu siang ini, korban luka akibat gempa berjumlah delapan orang dan 75 kepala keluarga (KK) terdampak. Sebelumnya jumlah KK yang terdampak gempa hanya 27 KK.

"Selain rumah, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan fasilitas publik, seperti tempat ibadah, sekolah, perkantoran, dan sarana kesehatan atau rumah sakit," ungkap dia.

Dia menyatakan, pihak BPBD Jawa Barat bersama BPBD kabupaten dan kota yang terdampak gempa masih terus melakukan pendataan dan kaji cepat yang mencakup inventarisasi kerusakan dan penyelamatan warga.

Kendati demikian, lanjutnya, BPBD Jawa Barat menyebut kondisi saat ini cenderung lebih terkendali pasca gempa terjadi.

Setelah upaya tersebut rampung, BPBD ini berencana akan melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas umum, pembersihan materil dampak dari gempa, serta perbaikan rumah warga," pungkas dia. (*)

Komentar