PPRA LXII Lemhanas Akan Gelar Seminar Nasional

Metro- 13-07-2021 14:44
Ketua seminar nasional PPRA PPRA LXII 2021 Lemhanas RI, Kolonel Pnb Aldrin P Mongan, ST, MHum, MHan. (Dok : Istimewa)
Ketua seminar nasional PPRA PPRA LXII 2021 Lemhanas RI, Kolonel Pnb Aldrin P Mongan, ST, MHum, MHan. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala -- Semua peserta program pendidikan reguler angkatan (PPRA)LXIILemhanas RI, kembali menggelar Focus Group Discusssion (FGD) sesi III, yang dilaksanakan secara zoom metting, Selasa (13/7).

Pelaksanaan FGD kali ini sebagai bagian untuk menyongsong penyelenggaraan seminar nasional PPRA LXII 2021 Lemhanas pada Rabu (25/8) mendatang.

Deputi Bidang Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional, Mayjend TNI Sugeng Santoso, yang membuka FGD III itu menyebutkan tema yang diangkat kali ini menyangkut diplomasi produk kuliner dan pengembangan rempah asli Indonesia sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga

"FGD ini untuk mendapatkan informasi dan masukan dari nara sumber agar memperoleh wawasan dan ilmu pengetahuan secara kolektif untuk dapat memperkaya naskah ilmiah seminar nantinya," kata Sugeng Santoso.

Soalnya, terang Sugeng, ada enam nara sumber dihadirkan baik dari kalangan praktisi dari beberapa universitas dan juga perwakilan dari beberapa pemerintahan daerah. Mereka itu adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Korea Selatan, H E Mr Umar Hadi, Founder The Green Coco Island, Prof Wisnu Gardjito, Unit Head Herbal Marthaa Tilaar Group, Prof Dr Ir Bernard T Widjaja MM,CSCA.

Selain itu juga ada Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI, Dra Rita Endang, Apt, MKes, C0-Founder Indonesia Tempe Movement, Amadeus Driando Ahnan Winarno, PhD, Direktur Eksekutif TMII dan GM Candi Borobudur, Kolonel (P) I Gusti Putu Ngurah Sedana.

Dirinya menyebutkan, kegiatan focus group discussion ketiga ini merupakan rangkaian dari beberapa FGD yang telah dilaksanakan oleh PPRA LXII sebelumnya yakni FGD I pada Jumat (28/5), dan FGD II, pada Jumat (11/6) lalu.

Sugeng melanjutkan, terkait pelaksanaan seminar nasional PPRA LXII nanti akan mengangkat tema "Modal Sosial dan Budaya Menjadi Kekuatan Nasional dalam Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19".

"Sedangkan yang menjadi ketua pelaksanaan seminar nasional PPRA LXII Lemhannas RI nanti adalah Kolonel Pnb Aldrin P Mongan, ST, MHum, MHan," ucap Sugeng.

Sugeng menerangkan, pada FGD pertama yang lalu, diulas tentang modal budaya adalah emasnya Indonesia di masa mendatang, yang dapat dikembangkan dan membantu pemulihan perekonomian nasional.

"Terdapat dua kategori budaya yang sudah berkembang dan ditransformasikan menjadi bentuk ekonomi, dan dapat dimanfaatkan secara luas yaitu kreatif industri dan modal budaya yang sudah bertransformasi berupa produk kuliner kraft fashion dan masih banyak lagi, serta lifestyle atau gaya hidup yang bertransformasi dan melibatkan modal budaya tersebut," sebutnya.

Sedangkan pada FGD kedua dilaksanakan pada Jumat (11/6) lalu, memfokuskan materi untuk muatan naskah seminar terutama yang berhubungan dengan ekosistem yang mendukung modal budaya yang sudah dihasilkan seperti yang sudah dibahas pada giat FGD tersebut.

Sementara penjelasan ketua seminar, Kolonel Pnb Aldrin P Mongan, menyebutkan PPRA LXII 2021 Lemhanas RI berupaya maksimal untuk memberikan sumbangan pemikiran langsung kepada pemerintah.

"Kami cukup bangga dan berharap, mungkin saja selesai seminar dan akan paparan beberapa pandangan dan pendapat PPRA LXII 2021 Lemhanas yang akan disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo," ucap Aldrin P Mongan.

Dia menyebut, tema yang diusung dalam FGD III kali ini menunjukkan dimana sosial dan budaya masyarakat Indonesia menjadi sebuah kekuatan bagi masyarakat di berbagai daerah, untuk bertahan di dalam menghadapi kondisi ekonomi sosial dan budaya.

"Ini dapat menjadi sebuah kekuatan kolektif untuk membantu memudahkan aktivitas ekonomi dan sosial secara optimal, dimana dengan memanfaatkan kesadaran masyarakat akan berbagai kekuatan modal sosial budaya dalam kelompok masyarakat Indonesia," papar Aldrin P Mongan

Sosial budaya dan lembaga budaya, menurutnya, adalah aset sosial seseorang yaitu ilmu keterampilan, kepandaian, pendidikan, kecerdasan, dan yang mempromosikan mobilitas sosial dalam stratifikasi masyarakat feudal.

Aldrin P Mongan menambahkan, budaya berfungsi sebagai hubungan sosial dalam praktek ekonomi yang terdiri dari semua material, dan simbolis apakah masyarakat menganggap yang langka dan mempunyai nilai sebagai hubungan sosial dalam suatu sistem pertukaran modal budaya.

"Dan ini merupakan akumulasi pengetahuan budaya yang memberikan status sosial dan kekuasaan," tukasnya.

Sedangkan Duta Besar RI untuk Korea Selatan, H E Mr Umar Hadi memberikan masukan sekaligus mengapresiasi tema dan pokok bahasan dari diskusi FGD ketiga itu.

"Menurut saya, ini luar biasa karena tidak seperti mengukir langit, tapi ini betul-betul tema yang membumi, dan Inn Syaa Allah akan membawa manfaat buat orang banyak, barangkali semua bisa belajar dari pengalaman Korea Selatan dalam mengembangkan potensinya yang disebut dengan produk kreatif Korea yang saat ini sedang menjadi fenomena global," kata Umar Hadi.

Komentar