Sempat Mati Mesin, Dua Kru dan Kapal Halim Wijaya Diselamatkan Tim SAR Padang

Metro- 06-08-2026 10:54
Tim SAR Padang saat lakukan evakuasi dan penyelamatan kru beserta kapal Lemijaya menggunakan KN Yudhistira menuju Dermaga Bungus, Kamis pagi (6/8/2026). IST
Tim SAR Padang saat lakukan evakuasi dan penyelamatan kru beserta kapal Lemijaya menggunakan KN Yudhistira menuju Dermaga Bungus, Kamis pagi (6/8/2026). IST

Padang, Arunala.com - Tim SAR Padang berhasil mengevakuasi dua kru Kapal Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di perairan Pariaman, Sumbar.

Meski dihadapkan dengan cuaca buruk dan gelombang tinggi, seluruh kru berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan, insiden bermula pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB saat Kapal Lemijaya mengalami mati mesin ketika sedang berlayar di perairan Pariaman.

"Awalnya kru kapal berusaha memperbaiki kerusakan mesin, namun upaya tersebut tidak berhasil. Selanjutnya pemilik kapal melaporkan kejadian itu kepada Kantor SAR Padang pada pukul 22.40 WIB untuk meminta bantuan evakuasi," ujar Abdul Malik.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR segera mengerahkan KN Yudhistira dari Dermaga Bungus menuju lokasi kapal yang mengalami gangguan.

Namun, dalam perjalanan operasi penyelamatan, tim menghadapi kondisi cuaca yang memburuk.

Gelombang laut yang diperkirakan berkisar 1,25 hingga 1,5 meter ternyata mencapai hampir 3 meter, sehingga demi keselamatan personel dan kapal, KN Yudhistira sempat berlindung kembali ke Bungus.

Untuk memastikan proses penyelamatan tetap berjalan, Kantor SAR Padang kemudian mengerahkan RIB 02 guna membantu melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi.

Berkat koordinasi yang baik serta kerja keras tim di lapangan, pada Kamis (6/8/2026) pukul 06.20 WIB, Kapal Halim Wijaya berhasil ditemukan. Dua orang kru yang berada di atas kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

"Alhamdulillah, seluruh kru berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Selanjutnya Kapal Halim Wijaya berhasil ditarik oleh KN Yudhistira menuju Dermaga Bungus untuk penanganan lebih lanjut," kata Abdul Malik.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kapal diduga sempat kemasukan air akibat mati mesin dan diterjang gelombang tinggi selama berada di tengah laut.

Abdul Malik juga mengimbau seluruh nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, memastikan kapal dalam kondisi laik operasi, serta segera menghubungi petugas apabila mengalami keadaan darurat.

Keberhasilan operasi ini menjadi bukti kesiapsiagaan dan profesionalisme Tim SAR Padang dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat, meskipun harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem di perairan Sumbar. (dpg)

Komentar