Hendri Jadi Narasumber di Webinar Kominfo Nasional

Metro-18 hit 01-07-2021 13:49
Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Hendri saat menjadi narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 secara virtual, di ruang kerjanya, Kamis (1/7).
Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Hendri saat menjadi narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 secara virtual, di ruang kerjanya, Kamis (1/7).

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Hendri jadi nara sumber dalam webinar gerakkan nasional literasi digital 2021, di ruang kerjanya, Kamis siang (1/7).

Webinar dengan tema "Kebebasan Berekspresi di Era Digital" yang diselenggarakan secara virtual itu difasilitasi langsung Kementerian Kominfo RI.

Terlihat ada sejumlah nara sumber lainnya yang ikut yakni Bambang Iman Santoso (CEO Neuronesia Learning Center, Fery F. Alamsyah (Dosen Ilmu Komunikasi), Eka Putra Pernanda (Kabid Penyelenggaraan

e-goverment

Kominfo Pariaman), dan Doni Koil (Owner Godstarinc), dengan ratusan partisipan se Kota Pariaman.

Baca Juga

Hendri dalam paparannya mengatakan, di era digital ini internet sudah jadi bagian dari keseharian masyarakat, berbagai aktivitas kehidupan seperti belanja, belajar dan komunikasi dan sebagainya telah menggunakan teknologi ini sebagai media alat bantunya.

"Hal tersebut juga membuat aturan berbagai kehidupan seperti norma, etika dan regulasi yang berlaku didunia dan perlu juga diaplikasi ke dunia cyber," kata Hendri.

Dunia

cyber

sendiri, jelasnya, merupakan dunia baru yang muncul dengan hadirnya internet dikehidupan manusia, dan selanjutnya revolusi teknologi informasi dan komunikasi telah menandai dimana informasi menjadi sebuah komoditi dengan kekuatan bagi yang menguasainya.

Berbekal informasi, lanjut dia, seseorang dapat menangkap peluang dari berbagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Secara sederhana, imbuhnya, siapa saja yang mampu mengelola informasi dengan baik akan memiliki posisi yang kuat untuk berkembang dan maju.

"Ini adalah tantangan bagi pemerintah karena kemajuan teknologi haruslah disesuaikan dengan pengalihan teknologi. Tidak dipungkiri, adanya arus globalisasi ini, sehingga siapa yang cepat maka ia akan unggul di kehidupan di dunia digitalisasi saat sekarang ini," tukas Hendri saat webinar itu.

Hendri juga berpesan agar masyarakat beretika dalam berinternet. Kita dalam kehidupan digitalisasi ini ada suatu acuan etika yang telah dirumuskan oleh beberapa pengguna komunitas online.

"Kami atas nama perwakilan organisasi atau komunitas jejaring (network sociaty) dari berbagai kota di seluruh Indonesia, sepakat menyerukan kepada seluruh masyarakat dan pengguna internet khususnya agar bijak dalam penggunaan internet," tegas Hendri.

Hendri menekankan, kenali ciri-ciri berita hoax, cari tahu dulu informasi tersebut benar atau tidaknya, saring dulu sebelum di-sharing.

"Sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Indonesia saat ini telah memiliki penguatan TIK yang salahsatu tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman, kehadiran dan kepastian hukum bagi para pengguna penyelenggara teknologi informasi.

Dalam pasal 28 menyebutkan, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong, menyesatkan yang bisa mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik serta menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu atau kelompok tertentu berdasarkan adat, suku, agama dan antar golongan (SARA), dan setiap orang yang melakukan perbuatan tersebut di atas dapat dipidana penjara maksimal 4-6 tahun, dan didenda paling banyak Rp750 juta sampai Rp1 miliar.

"Untuk itu perlu kehati-hatian para pengguna internet untuk dapat melakukan aktivitasnya di internet tanpa melanggar aturan hukum yang berlaku semoga ini bisa pahami," ujar Hendri lagi.

Diakhir paparannya, Hendri juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenkominfo RI yang telah memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat Pariaman dalam kegiatan Gerakkan Nasional Literasi Digital 2021 secara virtual ini.

Komentar