Halal Bihalal, STIT Syekh Burhanuddin Gelar Gelar Seminar Nasional

Edukasi- 06-05-2024 08:41
Staf ahli Bidang Sumber Daya Manusia Setko Pariaman, Hertati Taher berikan sambutan saat Halal Bihalal digelar STIT SB Pariaman, Sabtu (20/4/2024). Dok : Istimewa)
Staf ahli Bidang Sumber Daya Manusia Setko Pariaman, Hertati Taher berikan sambutan saat Halal Bihalal digelar STIT SB Pariaman, Sabtu (20/4/2024). Dok : Istimewa)

Pariaman, Arunala.com – Momen Halal Bihalal digelar Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin (STIT SB) Pariaman, Sabtu (20/4/2024), diisi dengan kegiatan seminar nasional.

Kegiatan yang dibuka staf ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Hertati Taher mewakili Pj Wali Kota Pariaman, Roberia. Turut dihadiri Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Ketua STIT Syekh Burhanuddin Dr Neni Triana, M.A, Sekretaris Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin Ali Amran, dan Ketua Panitia Ahmad Damanhuri, SH Tuanku Mudo dan undangan lainnya.

"Khususnya di Minangkabau, sosok ulama, da’i, ustadz dan tuanku memiliki tanggung jawab untuk memahami, mengembangkan, dan menyebarkan pengetahuan yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama Islam," ujar Hertati Taher.

Akselerasi dakwah, sebutnya, dapat dilakukan dengan cepat dan mudah jika seorang ulama, da’i, ustadz atau tuanku mempunyai pemahaman yang dalam akan ajaran agama dan dapat merespon dengan cepat permasalahan umat.

Menurutnya, kehadiran ulama, da’i, ustadz dan tuanku, sering kali diminta untuk memberikan panduan dan fatwa terkait isu-isu ilmiah, atau keputusan teknologi yang kontroversial.

“Dengan pengetahuan agama dan pemahaman mendalam tentang ilmu pengetahuan, ulama dapat memberikan nasihat dan bimbingan kepada individu dan masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat,” katanya lebih lanjut.

Hertati juga menyebutkan kehadiran para ulama, dai, ustadz dan tuanku adalah menjaga keseimbangan antara agama dan ilmu pengetahuan, menafsirkan dan memahami implikasi ilmiah, memberikan arahan moral dan etika,menyebarkan pengetahuan, membantu dalam pengambilan keputusan terkait ilmu pengetahuan.

"Setiap orang akan bekerja sesuai keahlian, professional dan proporsional adalah cara terbaik untuk menghadapi masa depan yang terus berubah," tutupnya.

Sementara seminar nasional yang mengangkat tema “Rekognisi Kepemimpinan Tuanku: Kompetensi, Tradisi dan Aktualisasinya” ini, menampilkan sejumlah nara sumber seperti Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang, Prof Dr Duski Samad, MA, Tuanku Mudo.

Ada juga Kepala Biro AUAK IAIN Kerinci, Dr Muhammad Nur, MA Tuanku Bagindo, Kepala MTsN 2 Kota Pariaman, Dr. Zalkhairi, MA Tuanku Bagindo dengan dimoderatori Wakil Ketua I STIT SB Pariaman Dr. Heri Surikno, MA. (*)

Komentar