Unand Kembangkan Kursi Roda Cerdas untuk Penyandang Disabilitas

Teknologi- 19-05-2024 09:01
Prof Dr Eng Ir Muhammad Ilhamdi Rusydi ST MT saat orasi ilmiah pada Pengukuhan Guru Besar Fakultas Teknik di Convention Hall Unand, Sabtu (18/5/2024). IST
Prof Dr Eng Ir Muhammad Ilhamdi Rusydi ST MT saat orasi ilmiah pada Pengukuhan Guru Besar Fakultas Teknik di Convention Hall Unand, Sabtu (18/5/2024). IST

Padang, Arunala.com--Universitas Andalas (Unand) telah mengembangkan kursi roda cerdas untuk penyandang disabilitas. Kursi roda itu memiliki fungsi mobilisasi dan komunikasi. Dan dapat dikendalikan dengan berbagai macam alternatif kendali baik itu biosignal elektrik (EPG, EMG dan EEG) maupun berupa mekanik (gestur tangan, gestur kepala maupun kontraksi rahang). Berbagai algoritma

"Ini bisa menjadi solusi bagi penyandang disabilitas agar dapat menjalin komunikasi antara mesin dengan manusia. Selain dari pada sentuhan langsung yang dihasilkan kaki atau tangan," kata Guru Besar Kendali Robot dan Teknologi Bantu Fakultas Teknik Unand Prof Dr Eng Ir Muhammad Ilhamdi Rusydi ST MT saat orasi ilmiah pada Pengukuhan Guru Besar Fakultas Teknik di Convention Hall Unand, Sabtu (18/5/2024).

Dalam pengukuhan besarnya ini, selain dihadiri Rektor Unand Efa Yonnedi PhD dan Senat Akademik Universitas dan Dewan Profesor, juga dihadiri Profesor tamu dari Gifu University Prof Minoru Sasaki yang juga Pembimbing S-3 nya.

Ia mengatakan pihaknya telah berhasil mengembangkan rangkaian pengolahan sinyal EOG terdiri dari filter dan penguatan dengan hasil bersih. "Karya ini berpotensi menjadi produk Unand untuk kepentingan pendidikan, riset dan dunia medis," sebut alumni S-3 Gifu University ini.

Isu tentang keletihan, kata pria berusia 43 tahun ini, telah menjadi perhatian dalam penelitian ini. Keletihan pada mata dapat diatasi dengan memanfaatkan kedipan mata sadar untuk menukarkan Mode sebuah mesin.

"Sedangkan kedipan mata tidak sadar berhasil diabaikan sehingga tidak mengubah mode kinerja mesin," ucap alumni SMAN 2 Padang ini.

Selain itu, sebut Ilhamdi, keletihan pada gestur tangan juga telah diatasi dengan menemukan posisi tangan yang paling efektif. "Posisi tangan dipilih memiliki sifat natural, dimana join pada pergelangan tangan tidak bekerja menahan gaya gravitasi," tuturnya.

Ia mengatakan isu keletihan pada pemanfaatan biosignal juga diatasi dengan menghadirkan keyboard adaptif. Virtual keyboard ini memiliki kemampuan dalam mereposisi tombol-tombolnya berdasar frekuensi penggunaannya.next

Komentar