>
Katuju adalah bahasa Minangkabau. Itu sebuah ungkapan untuk menyatakan sesuatu yang disukai. Kata itu juga bisa merepresentasikan lima pancaindra yang terlibat dalam penilaian sesuatu. Katuju erat kaitannya dengan indra pengecap (selera, rasa), dengan penglihatan (bentuk, rupa), pendengaran, penciuman (aroma), dan sentuhan (tekstur).
“Rendang Katuju ini dirintis oleh Founder Ade Surianto bersama Co-Founder Willy Novembra. Founder dan Co-Founder berupaya mengembangkan Katuju menjadi entitas bisnis profesional mulai tahun 2014. Tentunya dengan semangat membangun Katuju menjadi: Masakan Minangkabau Asli, Rasa Khas Indonesia,” kata Manajer Produksi dan Operasional CV Kuliner Makmur Sejahtera, Andres Hidayat, kepada Arunala.com, di kantor Katuju Jalan Lolong Karan, Sungai Sapih, Rabu (26/6/2024).
Rendang adalah salah satu masakan Minangkabau yang lezat yang dapat mewakili Indonesia. Katuju ingin mengembangkan kuliner Minangkabau lebih dari sekadar makanan tradisional yang terkenal di Indonesia tetapi juga di dunia global. Dengan harapan Katuju dapat menjadi representasi kuliner modern Minangkabau yang dapat diterima secara global.
“Kualitas terbaik yang disukai oleh semua pancaindra itulah yang ingin dipersembahkan kepada pelanggan. Citarasa yang bukan hanya lezat, tetapi juga mampu bercerita dan memberi nilai. Otentik dan orisinalitas rasa memang menjadi komitmen kami,” tuturnya.
Berbagai tantangan dalam dunia bisnis kuliner telah berlalu. Pada 14 Agustus 2017, Katuju terlindung dengan CV resminya yakni CV Kuliner Makmur Sejahtera. Ini berdasar Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-00748. Ah. di 02. next


Komentar