>
Menurut Andres, menjaga kepercayaan pelanggan merupakan kunci utama dalam dunia perdagangan. Atas alasan itu pula ia memilih jasa kurir JNE sebagai ujung tombak pemasaran produk rendang Katuju ke berbagai daerah di Tanah Air.
Di samping itu, rendang Katuju adalah produk lokal dan produk anak bangsa. Tentu pihaknya mencari partner ekspedisi yang dirintis anak bangsa sendiri. “Makanya pilihan pertama kami itu jatuh pada JNE . Karena JNE itu memang ekspedisi yang dirintis oleh anak bangsa Indonesia sendiri,” ungkapnya.
Andres menceritakan pada tahun 2017, meski penjualan ketika itu belum banyak, kadang sekali order atau beberapa kali order. Namun petugas JNE tetap melayani dengan datang ke kantor untuk menjemput barang yang dikirim.“Jadi bagi kami ini sebuah kemudahan yang didapatkan bermitra dengan JNE,” ucapnya.
JNE sendiri juga sudah cukup dikenal di mata pelanggan rendang Katuju yang berbelanja secara online di marketplace.”Kalau gak keburu-buru biasanya para pelanggan menggunakan JNE Reguler. Tapi kalau seandainya pengiriman rendang butuh cepat, pelanggan biasanya meminta pakai YES (Yakin Esok Sampai). Otomatis YES ini, JNE ekspedisinya,” tutur Andres.
Seiring rendang Katuju yang tidak memiliki toko offline, pesanan dari pelanggan pun ada juga dalam skala besar. “Kami punya pelanggan sekali pesan itu bisa mengirim sampai 100 kilogram. Dan Alhamdulillah selama ini kami puas menggunakan jasa JTR (JNE Trucking),” ucapnya.
Katuju sendiri, sebut Andres, juga memiliki misi sosial. Ketika gempa di Palu Sulawesi Tengah, pihaknya mengumpulkan donasi Rendang for Humanity untuk Sulawesi Tengah pada waktu itu. Pihaknya bekerja sama dengan NGO Human Initiative.next


Komentar