Jakarta, Arunala.com---PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (IDX: SPRE) resmi mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/7/2024). Adapun emiten yang bergerak di industri perlengkapan kamar tidur ini, mencatatkan sejarah menjadi perusahaan pertama asal Padang, Sumatera Barat yang melantai di Bursa Efek Indonesia.
"Hari ini adalah upacara untuk satu perusahaan asal Padang, Sumatera Barat. Catatan kami adalah satu-satunya perusahaan yang berlokasi di Padang. Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi perusahaan asal Padang yang tercatat di Bursa,” ujar Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna dalam sambutannya pada seremoni pencatatan saham perdana SPRE di Main Hall BEI sebagaimana dilansir dalam kanal YouTube IDX.
SPRE yang bergerak di bidang industri dan perdagangan barang jadi kebutuhan rumah tangga, kata Yetna, menjadi perusahaan ke-26 yang tercatat di BEI pada 2024 ini. Sekaligus menggenapi jumlah emiten di BEI menjadi 928 emiten.
“Pencatatan saham perdana ini adalah awal. Kami di Bursa akan memonitor kinerja operasional dan juga kinerja pasar (market performance). Setelah hari ini BOD, BOC dan karyawan bekerja lebih keras," tuturnya.
Yetna berpesan tunjukkan kinerja operasional dan keuangan yang menarik karena itulah yang dicari investor. Jalankan perusahaan dengan menerapkan GCG. "Jangan lupa secara rutin menyampaikan informasi kepada publik. Berteman dengan jurnalis dan analis untuk menginformasikan apa yang sudah dan akan dilakukan oleh Perseroan,” pesan Yetna.
Direktur Utama PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk Rizet Ramawi mengatakan hari ini adalah hari yang bersejarah karena perusahaan pertama dari Kota Padang Sumatera Barat yang berhasil melakukan IPO. "Suatu kebanggaan tersendiri bagi kami menjadi pionir IPO dari Sumbar," katanya.
Sejarah singkat SPRE berawal dari tahun 1991. Ketika itu ayahnya meninggal dunia dan ibu Marfetra memulai menjahit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Dan Alhamdulillah perusahaan berkembang hingga saat ini dan memiliki dua pabrik. Yakni di Kota Padang dan Kota Pekanbaru. Serta memiliki enam outlet di dua provinsi tersebut," tuturnyanext


Komentar