.
Mimpi ke depan setelah IPO, kata Rizet Ramawi, pastinya ingin menjadi market leader di Indonesia. "Semoga Allah memberi inayah dan ridhonya setiap apa yang kita lakukan," ucapnya.
Diketahui Pengurus dan Pengawasan PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk yakni. Dewan Komisaris; Komisaris Utama Marfetra, Komisaris Independen Ilham Aldelano Azre.
Dewan Direksi yakni Direktur Utama Rizet Ramawi, Direktur Dwi Ristra Utami, Ridho Ferman Shatrio dan Seli Astuti. Corporate Secretary Arienita Noer SPSi.
Pada masa penawaran saham umum, SPRE merilis sebanyak 240 juta saham baru kepada publik atau sebanyak 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum.
Dengan harga penawaran perdana Rp125 per saham, SPRE meraup dana Rp30 miliar dari IPO ini. Sementara itu, PT MNC Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Adapun, dana hasil IPO rencananya akan digunakan produsen perlengkapan kamar tidur asal Kota Padang, Sumatra Barat itu, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan Perseroan dengan urutan prioritas sebagai berikut.
Yakni sekitar 90,71 persen akan digunakan untuk membeli persediaan kebutuhan bahan baku produksi. Seperti Kain Katun CVC, Dakron (Bed Cover), Dakron (Badan Bantal), Busa, dan Resleting.
Kemudian, sekitar 9,29 persen akan digunakan untuk pembelian mesin baru dan kendaraan operasional, yang terdiri dari. Sekitar 43,36 persen akan digunakan untuk pembelian mesin untuk menunjang kegiatan produksi. Seperti Mesin Jahit Pleating, Mesin Bed Cover, xiii Mesin Jahit, Mesin Carding Bantal, Mesin Blower Bantal, Mesin Press Bantal, Mesin Obras, Mesin Zigzag hingga Mesin Sirsak.
Sekitar 56,64 persen akan digunakan untuk pembelian kendaraan operasional berupa Truk 2 Unit dan Kendaraan Operasional 1 Unit.
Sebagai informasi, Soraya Berjaya Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 miliar per 31 Desember 2023 atau meningkat dari periode yang sama pada 2022 sebesar Rp907,48 juta.
Adapun, penjualan SPRE tercatat Rp49,13 miliar, tumbuh dari posisi yang sama di 2022 sebesar Rp8,96 miliar.
Pemegang saham mayoritas SPRE sebelum IPO dengan persentase kepemilikan sebesar 39,75 persen. Kemudian PT Galaksi Investama Corpora mengempit 25 persen saham, Ridho Ferman Shatrio 20,25 persen saham, Dwi Ristra Utami 10,25 persen saham dan Marfetra menggenggam 4,75 persen saham.(*)


Komentar