Biochar TKKS Hemat Penggunaan Pupuk Kimia 20 Persen

Ekonomi- 05-07-2024 16:20
Ketua Pelaksana Prof Dr Ir Erliza Hambali MSi menyerahkan cinderamata kepada Kasubdit Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Riset Unand Dr Kiki Yulianto ST MTP, di Truntum Padang Hotel, Jumat (5/7/2024). IST
Ketua Pelaksana Prof Dr Ir Erliza Hambali MSi menyerahkan cinderamata kepada Kasubdit Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Riset Unand Dr Kiki Yulianto ST MTP, di Truntum Padang Hotel, Jumat (5/7/2024). IST

.

"Kita ketahui biaya terbesar yang dibutuhkan pada industri perkebunan kelapa sawit agar tanaman tumbuh dengan baik dan subur serta berbuah baik adalah pupuk. Biaya pemupukan sekitar 80 persen dari keseluruhan biaya operasional perkebunan tersebut," ungkap Prof Erliza.

Tidak itu saja, sebutnya, biochar ini diberikan sekali lima tahun. Sebetulnya menurut literatur dibolehkan pemberian biochar sekali 10 tahun. Pemberiannya hanya 20 kg pada satu pokok tanaman atau 10 kg pada satu pokok tanaman yang belum menghasilkan. "Tanaman yang diberikan biochar ini akan bertambah subur," ucapnya.

Sementara itu, perwakilan PT BGA Dwi Diar Ariadi mengatakan PT BGA perusahaan sawit pertama yang memproduksi biochar dalam skala pabrikasi. "Memang baru tahun ini runningnya. Akan tetapi setahun belakangan kami melakukan penelitian biochar secara tradisional dari tandan kosong kelapa sawit.

Berdasar hasil pengamatan dan penelitian, biochar ini cukup baik. Yakni dapat meningkatkan ph tanah dan kapasitas tukar kation (KTK) tanah. "Diharapkan dengan penggunaan biochar ini dapat menghemat pupuk. Karena sifatnya mampu menahan air dan hara serta meningkatkan organisme di situ," ucapnya.

Apalagi, kata, produksi tandan kosong kelapa sawit sedikit dan terbatas peruntukannya dibanding dengan luas yang ada. "Kalau dikarbonisasi dan diaplikasikan bisa dalam lima tahun sekali semua areal perkebunan sawit kita akan memperoleh biochar. Secara tidak langsung akan meningkatkan karbon dan meningkatkan kesuburan tanah," tukasnya. (*)

Komentar