.
Caranya, ungkap Gusti, para direksi akan segera merealisasikan pembukaan rekening tabungan secara online. ATM secara virtual itu bisa segera dapat disetujui izinnya oleh regulator. Sehingga ketika nanti Bank Nagari ini berangkat ke perantauan itu tidak ada lagi isu dan tidak ada lagi alasan untuk membuka tabungan Bank Nagari. Karena langsung bisa dibuka di handphone.
"Dengan demikian maka kegiatan yang ada di rantau itu akan meningkatkan jumlah penabung dan jumlah dana yang masuk ke Sumbar. Dan tentunya akan membantu cost of fund dan penyediaan pinjaman dengan tarif yang memadai di Sumbar," paparnya.
Ia juga menyebutkan dari jumlah penduduk di Sumbar, sekitar 68,15 persen penduduk berusia sampai dengan usia 40 tahun. Sementara usia di atas 40 tahun ke atas semakin sedikit. Dengan demikian, masa depan ekonomi dan pemegang tampuk kepemimpinan ada di tangan anak-anak muda.
"Oleh karena itu ke depan warna Bank Nagari itu harus bisa mengakomodir dari profil demografi ini dengan produk-produknya yang disukai anak-anak muda tersebut," ucapnya.
Kemudian, tutur Gusti, jumlah UMKM dan besar di Sumbar yakni 593 ribu lebih. Dimana pelaku usaha besar hanya 419 unit usaha atau 0,07 persen. "Oleh karena itu kami telah bertemu dengan PW Muhammadiyah yang tertarik dengan visi dan kondisi Sumbar, bahwa bank yang akan konsern dengan UMKM," ungkapnya.
Posisi ke depan, sebut Gusti, Bank Nagari akan menjadi partner mitra UMKM untuk UMKM yang naik kelas dan go digital. "Itulah posisi Bank Nagari ke depan," ujar Gusti.
Sementara itu, Komisaris Bank Nagari Manar Fuadi berharap dengan tenaga yang baru dan energi yang baru, selaku dewan komisaris yakin membawa dampak yang besar bagi kinerja Bank Nagari ke depan.
"Di samping itu, kepada direksi agar mencurahkan segala tenaga dan pikirannya meski baru 80 persen minus Direktur Kredit dan Syariah telah menghasilkan kinerja Bank Nagari semakin baik. Mudah-mudahan dengan tenaga 80 persen itu bisa menghasilkan hasil 120 persen ke depannya," harap Manar. (*)


Komentar