Semester I 2024, Bank Nagari Bukukan Laba Rp 224,82 Miliar

Ekonomi- 05-07-2024 22:49
Direksi Bank Nagari Periode 2024-2028. IST
Direksi Bank Nagari Periode 2024-2028. IST

.

Ia juga memaparkan kinerja unit usaha syariah. Total aset UUS terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga. Dimana total aset UUS Juni 2024 mencapai Rp 4,44 triliun, tumbuh Rp 22,14 miliar atau 0,50 persen dari Desember 2023. "Jika dibanding dengan Juni 2023, total aset UUS bertumbuh Rp 502,11 miliar atau 12,77 persen. Share total aset UUS terhadap induk mencapai 13,70 persen," paparnya.

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga, UUS mampu mencapai posisi Rp 3,98 triliun, tumbuh Rp 272,66 miliar atau 7,35 persen dari Desember 2023. "Jika dibanding dengan Juni 2023, total dana pihak ketiga bertumbuh Rp 461,68 miliar atau 13,12 persen. Share total dana pihak ketiga UUS terhadap induk mencapai 14,92 persen. Juga lompatan besar dibanding UUS BPD se-Indonesia ," paparnya.

Total pembiayaan, sebut Gusti, terus mengalami peningkatan sejak awal tahun hingga mencapai Rp 3,66 triliun, tumbuh Rp 256,33 miliar atau 7,53 persen dari Desember 2023. Jika dibanding dengan Juni 2023, total kredit/pembiayaan bertumbuh Rp 604,48 miliar atau 19,77 persen. Share total pembiayaan UUS terhadap induk mencapai 14,71 persen.

"Pertumbuhan bisnis UUS PT Bank Nagari dari Januari 2024 sampai dengan Juni 2024 berdampak kepada perolehan laba UUS yang mencapai Rp 81,40 miliar," ungkap alumni Universitas Andalas ini.

Dampak Bencana Alam

Bagaimana dampak bencana alam di Sumbar terhadap kinerja Bank Nagari? Gusti Candra menjelaskan bencana yang terjadi tersebut turut berdampak terhadap kinerja Bank Nagari terutama terjadinya pemburukan kualitas kredit/pembiayaan. Ini sejalan dengan terganggunya usaha debitur sehingga pengembalian angsuran menjadi terkendala.

"Kantor Cabang yang terdampak bencana ini antara lain Kantor Cabang Painan, Kantor Cabang Batusangkar, Kantor Cabang Syariah Batusangkar dan KC Padangpanjang. Dimana, hasil perhitungan per 13 Juni 2024 dapat dilihat bahwa terdapat 73 debitur yang terdampak langsung. Rinciannya 48 debitur KUR dan 25 debitur Non KUR, dengan total outstanding kredit sekitar Rp 23,99 miliar," paparnya.

Dari sisi tabungan, sebut Gusti Candra, terjadi penurunan tabungan di beberapa Kantor Cabang yang terdampak langsung. "Seperti KC Syariah Batusangkar dan KC Painan, KC Payakumbuh dan KC Lubuk Alung (termasuk KCP Sicincin) seiring terbatasnya akses jalan yang terputus total akibat banjir bandang," tuturnyanext

Komentar