.
Strategi dilakukan Bank Nagari, sebut Gusti, tentu melanjutkan usaha--usaha secara selektif dengan menerapkan prinsip kehati-hatian untuk pergerakan ekonomi yang masih bisa bertumbuh di daerah tersebut. Kemudian memberikan stimulus atau relaksasi atau negoisasi kepada debitur untuk melakukan restrukturisasi sesuai dengan kesanggupan bayarnya sehubungan dengan dampak bencana alam.
"Kemudian kita monitor, kita melakukan proses klaim pinjaman dan pembayarannya. Dan memperhatikan debitur-debitur skalanya non-KUR," ucapnya.
Restrukturisasi Covid-19
Gusti menyebutkan pasca-selesainya stimulus dampak Covid-19 pada Maret 2024, terlihat semangat bangkit dari masyarakat Sumbar jika digunakan data Bank Nagari cukup signifikan. Tahun 2020, jumlah debitur direstrukturisasi dampak covid-19 mencapai 9.900 nasabah dengan outstanding Rp 2,1 triliun.
"Alhamdulillah pada posisi Juni 2024, tersisa 2.342 debitur yang direstrukturisasi dampak Covid-19 dengan outstanding Rp 748,43 miliar. Turun signifikan. Ini menunjukkan bahwa semakin besar keinginan debitur untuk keluar dari dampak Covid-19," ujarnya.
Bank Nagari, tuturnya, memperkuat cadangan jika terjadi mempeburukan kolektibilitas. "Sehingga bank ini telah membentuk pencadangan kredit terdampak Covid-19 Rp 185,6 miliar," sebutnya.
Ollin by Nagari
Di sisi lain, Gusti menyebutkan Bank Nagari sedang mempersiapkan untuk grand launching Super Apps Ollin by Nagari. "Jumlah user Ollin per Juni 2024 mencapai 147.484 user. Terdiri dari 71.271 user migrasi dari mobile banking lama dan 76.213 user Ollin baru. Kami mengimpikan ini segera signifikan dan kami dorong masyarakat menggunakan Ollin ini melalui program Undian Tabungan Berhadiah Bank Nagari," ungkapnya.
Sementara Komisaris Bank Nagari Edrizanof mengatakan sama-sama diketahui loan deposite ratio (LDR) di Sumbar ini adalah 130 persen. "Kita sangat bergantung dengan dana corporate. Ini perlu disampaikan bahwa para direksi yang melanjutkan memiliki tanggung jawab untuk bisa melaksanakan ini dengan baik. Tentunya dengan prestasi yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya," ucapnya.
Ia menekankan ini butuh dukungan semua pihak. "Termasuk kami di internal pun berkonsolidasi dan berkoordinasi dengan baik, semuanya melakukan pelaksanaan pekerjaan itu tentunya bagian dari tata kelola. Jangan hanya one man show saja. Kami berharap dengan tim yang baru ini tentunya akan berjalan dengan baik," harap Direktur Kepatuhan Periode 2016-2020 ini. (*)


Komentar