.
Namun, lanjut dia, tidak sepenuhnya teknologi tersebut beroperasi sendiri. "Masih perlu adanya dokter yang ahli untuk menjalankannya," tuturnya.
Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan RSUP M Djamil sebagai salah satu rumah sakit vertikal Kemenkes beruntung ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit untuk uji klinis dalam pemanfaatan Teknologi AI, khususnya untuk chest x-ray.
"Tentunya bisa membantu tugas dokter dalam penegakan diagnosis dalam waktu yang cepat, tepat. Semoga apa yang dilakukan oleh RSUP M Djamil dalam uji klinis ini bisa membawa manfaat bagi peningkatan layanan kesehatan khususnya dalam pemanfaatan AI di Indonesia," harap Dovy.
Sementara itu, Co-founder Harrison AI Dimitry Tran mengatakan senang dapat bekerja sama dengan Kemenkes dalam hal penggunaan teknologi tersebut. Di Indonesia ada enam radiologis untuk sejuta orang, sedangkan di Australia ada 91 radiologis untuk 1 juta orang.
"Dokter-dokter di Indonesia bekerja sangat keras untuk melayani populasi yang begitu besar. Kami melihat AI sebagai asisten dan alat bagi para radiologis untuk bekerja secara lebih efisien," tukasnya. (*)


Komentar