September, Sumbar Alami Inflasi 0,10 Persen

Ekonomi-191 hit 01-10-2021 17:15
Ilustrasi Inflasi (Dok : Istimewa)
Ilustrasi Inflasi (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala—Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat sepanjang September 2021, Sumbar mengalami inflasi 0,10 persen.

Angka inflasi tersebut terbentuk dari gabungan dua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni Kota Padang dan Kota Bukittinggi.

"Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,04 persen. Sementara Kota Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 0,53," kata Kepala BPS Sumbar, Herum Fajarwati, dikutip dari berita resmi Statistik BPS Sumbar, Jumat (1/10).

Baca Juga

Ia menjelaskan, inflasi di Sumbar terjadi karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tujuh kelompok.

Yakni makanan, minuman, dan tembakau 0,02 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,12 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar 0,09 persen; kelompok transportasi 0,08 persen; kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,07 persen.

Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,01 persen.

"Sedangkan kelompok pendidikan mengalami penurunan IHK sebesar 0,01 persen," tutur Herum.

Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya relatif tidak mengalami perubahan IHK.

Laju inflasi tahun kalender sampai September 2021, sebutnya, mengalami deflasi 0,05 persen.

"Kemudian, tingkat inflasi tahun ke tahun atau September 2021 terhadap September 2020 tercatat sebesar 1,75 persen," tutur dia lagi.

Herum mengungkapkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil dominan terhadap inflasi selama bulan September 2021 di Sumbar adalah daging ayam ras, cabai merah, mangga.

Kemudian, mobil, ikan gembolo/ikan aso-aso, minyak goreng, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ayam hidup, tomat, cabai hijau, dan beberapa komoditas lainnya.

"Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil dominan terhadap deflasi bulan September 2021. Antara lain bawang merah, jengkol, angkutan udara, kentang, telur ayam ras, sampo, papaya, jeruk, udang basah. Daun seledri dan beberapa komoditas lainnya," tukasnya.

Komentar